Happy reading guys🤭
__________________________________________________
Amato menatap istrinya, lalu perlahan mulai menjelaskan semuanya agar Aisyah tidak bingung lagi.
"Sayang, begini ceritanya," ucapnya tenang. "Semalam, sekitar pukul satu dini hari, Mama kebangun dan pergi ke kamar mandi. Pas lewat dapur, Mama ketemu Hali yang lagi makan di sana. Menurut cerita Mama, Hali tiba-tiba marah dan mengancamnya pakai benda tajam sampai Mama takut banget dan jatuh terduduk. Pas aku turun karena haus, aku nemuin Mama lagi terduduk di lantai dapur dengan pecahan piring dan nasi berserakan di sekitarnya. Mama langsung bilang kalau Hali hampir melukainya."
Amato berhenti sejenak, menarik napas sebelum melanjutkan.
"Tapi setelah aku mengurus Mama dan membereskan semuanya, aku langsung naik ke atas buat liat keadaan Hali. Waktu aku masuk ke kamarnya, Hali tidur nyenyak banget. Kalau dia baru saja marah besar, mustahil Hali bisa tidur setenang itu secepatnya. Aku yakin banget, itu cuma kesalahpahaman atau Mama salah mengira situasinya karena masih dalam keadaan setengah sadar dan kaget."
Mendengar penjelasan itu, Aisyah perlahan mengangguk, sorot matanya yang tadinya penuh keraguan kini mulai berubah. Ia menoleh ke arah Oma dengan pasti.
"Ma, saya menghargai perasaan Mama yang pasti sempat kaget dan takut semalam," katanya lembut tersirat nada tegas. "Tapi saya percaya sama Amato, dan yang paling penting... saya percaya sama anak saya sendiri. Selama ini saya yang paling tahu sifat Halilintar. Dia memang pendiam dan jarang banyak bicara, tapi dia anak yang sangat baik, sopan, dan hatinya lembut banget. Dia sangat menyayangi adik-adiknya, patuh pada kami, dan nggak pernah sekalipun dia bersikap kasar kepada siapa pun, apalagi kepada orang tua dan Omanya sendiri."
Aisyah mendekatkan sedikit tubuhnya ke depan, lalu menatap Oma. "Ma, saya ibunya. Saya yang mengandung, melahirkan, dan membesarkannya dari bayi sampai sebesar ini. Kalau ada sesuatu yang salah dengan anak saya, pasti saya orang pertama yang menyadarinya. Saya yang paling paham isi hati dan pikirannya. Dia sama sekali nggak kayak yang Mama tuduhkan, apalagi disamakan dengan Raka. Itu nggak adil banget buat dia, Ma."
"Saya nggak akan pernah berpihak pada orang lain di atas anak saya sendiri, Ma. Karena saya ibunya. Dan sebagai ibu, tugas saya adalah melindungi dan membela anak saya dari segala tuduhan yang nggak benar, apa pun yang terjadi. Saya yakin seratus persen, Halilintar nggak mungkin melakukan hal buruk seperti itu. Pasti ada alasan lain atau kesalahpahaman di balik kejadian semalam."
Ia tidak peduli apa kata orang lain, bahkan apa kata Mama mertuanya sekalipun. Bagi Aisyah, Halilintar adalah anaknya, dan ia akan selalu berdiri di sisi anaknya, membela dan menyayanginya sepenuh hati, tak peduli seberapa keras tuduhan yang dialamatkan padanya.
Mendengar kata-kata tegas dari menantunya, Oma hanya terdiam kaku di tempatnya. Ia menatap menantang ke arah keduanya, merasa geram karena ternyata ia sendirian dalam pendiriannya itu. Anak dan menantunya sama-sama membela Halilintar dengan keras, seolah-olah apa yang ia alami dan lihat semalam hanyalah omong kosong belaka. Hatinya semakin dipenuhi rasa benci dan kesal yang mendalam terhadap Halilintar.
"Baiklah... kalau kalian berdua sudah sepakat dan sama-sama buta melihat keburukan anak itu," ucapnya dengan dingin dan penuh benci, lalu berdiri dengan kasar dari duduknya. "Lihat saja nanti. Jangan cari aku kalau nanti terjadi hal buruk gara-gara anak kesayangan kalian itu!"
Melihat keadaan yang semakin genting, Taufan dan adik-adik lainnya saling bertukar pandang dengan wajah cemas. Mereka sadar kalau perlawanan hanya akan membuat keadaan semakin buruk dan membahayakan nyawa mereka sendiri, apalagi Halilintar yang sudah terluka parah. Dengan hati yang berat dan terpaksa, Taufan membuka mulutnya dengan suara gemetar.
ANDA SEDANG MEMBACA
SISA HUJAN LUKA [end]
Fiksi PenggemarCtass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dala...
![SISA HUJAN LUKA [end]](https://img.wattpad.com/cover/379880814-64-k984467.jpg)