Happy reading guys!
__________________________________________________
Di tempat lain, di pondok belakang rumah, Aisyah masih duduk sendirian. Ia mengemas kembali biskuit yang belum habis ke dalam kotak biru dengan perlahan. Sambil melakukannya, pikirannya melayang ke arah suami dan kedua mertuanya yang pergi tadi.
"Rumah lama ya... sudah lama sekali nggak ke sana," gumamnya pelan. "Apa sebenarnya yang mereka cari sampai harus pergi lama begitu? Padahal rumah itu sudah lama kosong dan kayaknya udah nggak pernah dikunjungi lagi."
Ia menghela napas, memasukkan kotak biskuit ke dalam balang biskuit.
Sementara itu, di rumah lama yang terletak jauh dari rumah mereka sekarang, Amato dan kedua orang tuanya sedang berdiri di halaman depan rumah yang sudah mulai terlihat tua dan berlumut. Rumah kayu dua tingkat ini dulunya adalah tempat mereka tinggal sebelum pindah ke rumah yang lebih besar sekarang.
Suasana di sana terasa sepi dan sunyi, hanya terdengar suara angin yang berhembus melewati pohon-pohon besar yang mengelilingi kawasan itu.
Setelah berdiri beberapa saat menikmati suasana, mereka bertiga melangkah masuk ke dalam rumah itu. Pintu utama yang sudah berkarat sedikit dibuka perlahan, menimbulkan bunyi berdecit yang nyaring memecah kesunyian. Begitu melangkah masuk, bau khas kayu tua dan debu langsung tercium memenuhi hidung.
Mama Amato melangkah masuk terlebih dulu, seolah sudah tahu ke mana ia harus pergi dan apa yang dicarinya. Ia tidak meluangkan waktu untuk memandang sekeliling, matanya langsung fokus menuju ruang tengah kemudian bergerak ke arah lorong menuju kamar-kamar di belakang.
Sementara itu, Amato dan Papanya berjalan lebih lambat di belakang. Mata Amato memandang setiap sudut ruangan, mengingat kembali masa kecilnya yang dihabiskan di sini.
"Semuanya masih sama ya, Pa," ujar Amato sambil tersenyum tipis, matanya menyiratkan sesuatu yang jelas terlihat terkenangkan kenangan lama.
Papanya tersenyum kecil, mengangguk setuju. "Iya. Papa sengaja nggak mengubah apapun atau menjual rumah ini. Biarlah tetap begini."
Keduanya berjalan beriringan menuju ke beranda belakang, duduk di bangku kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Mereka asyik bercerita tentang berbagai peristiwa masa lalu, mulai dari saat Amato masih kecil yang suka berlari-lari sampai terjatuh, sampai kenangan-kenangan manis yang mereka lalui sebagai keluarga kecil di sini.
Setelah berbual sejenak dengan Papanya, Amato memutuskan untuk berjalan berkeliling sendirian, ingin mengenang setiap sudut yang menyimpan kenangan masa lalunya. Ia melangkah pelan menyusuri lorong yang dindingnya masih sama seperti dulu, matanya bergerak ke sana kemari seolah melihat kembali bayangan masa kecil yang sudah lama berlalu.
Langkah kakinya terhenti di depan sebuah kamar yang terletak di sebelah kamarnya dulu. Pintu kayu itu sudah terlihat tua, namun masih tertutup rapat. Amato mengulurkan tangannya, membuka pintu itu perlahan hingga menimbulkan bunyi berdecit yang panjang.
Ia melangkah masuk ke dalam kamar yang kosong dan dipenuhi debu. Pandangannya jatuh ke arah dinding di mana dulu mereka berdua sering mencoret-coret dengan kapur dan pensil warna. Jejak coretan itu masih samar-samar terlihat, meskipun sudah memudar dimakan waktu.
Di situlah ingatannya langsung melayang kembali ke masa lalu. Saat itu ia tidak sendirian, ada seorang kakak laki-laki yang selalu bersamanya, menjaganya dan bermain bersamanya setiap hari.
"Kak Raka..." bisik Amato pelan, nama itu keluar begitu saja dari mulutnya.
Senyumnya perlahan memudar, digantikan raut wajah yang sedih dan pilu. Ia berjalan mendekati jendela kamar itu, memandang ke luar ke arah halaman tempat mereka dulu sering bermain layangan, berlari-lari dan bergulat riang tanpa memikirkan apapun.
ANDA SEDANG MEMBACA
SISA HUJAN LUKA [end]
Fiksyen PeminatCtass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dala...
![SISA HUJAN LUKA [end]](https://img.wattpad.com/cover/379880814-64-k984467.jpg)