11

312 24 6
                                        

Happy reading guys!

__________________________________________________

Di Klinik Sentosa...

Di depan sebuah ruangan perawatan terdapat seorang pria berjalan mondar-mandir di depan pintu dengan hati yang gelisah. Di tepi pintu terdapat kerusi menunggu yang diduduki oleh lima anak-anak kembar.

Tidak lama kemudian seorang wanita jelita  menghampiri mereka berenam. Wajahnya kelihatan khawatir sekali.

"Amato bagaimana keadaan anak-anak kita?" tanyanya langsung pada suaminya.

Tadi di rumah, suaminya itu ada mengabarinya tentang insiden yang berlaku pada anak mereka. Aisyah yang mendengar itu langsung bergegas ke klinik yang telah Amato beritahukan. Hatinya sangat khawatir apabila mendengar khabar bahwa salah seorang dari anak-anaknya mengalami kecelakaan di jalan raya.

"Para doktor masih menangani Thorn di ruang rawatan sekarang ini dan masih belum ada khabar lagi dari doktor," kata Amato. Dia menghampiri isterinya itu lalu memeluknya.

"Aku harap anak kita baik-baik saja."

"Iya, aku harap begitu juga," ucap Amato.

Aisyah kemudian memandangi anak-anaknya yang lain yang tengah duduk di kerusi sebelah pintu rawatan. Dia menghampiri mereka berlima lalu memeluknya. Amato mengikuti isterinya dari belakang.

"Ibu bersyukur kalian gak kenapa-napa, ibu khawatir banget sama kalian."

"Inilah akibat kerana tidak ikut pesan Ayah, padahal ayah sudah mengatakan pada kalian untuk tidak mendekati Halilintar tetapi kalian malah pulang bersamanya dari sekolah."

Mereka berlima menundukkan kepala kerana tidak berani menatap mata ayah mereka. Tiba-tiba Taufan mengangkat bicara dengan suara pelan.

"Tapi ayah, kami cuman pengen temenin kak Hali, dia selalu saja sendirian."

"Iya ayah, kesian banget kak Hali sendirian mulu, padahal kami yang lain selalu bersama karena ayah ngelarang kak Hali dari kami berdekatan dengannya," timpal Blaze.

"Lagian kenapa coba Ayah ngejauihin kak Hali dari kami, kakak langsung gak ngelukain kami." Gempa yang tadi berdiam diri mulai mengangkat suara.

"Dengan kecelakaan barusan tadi kamu masih mau ngatain kalo kakak kamu nggak akan ngelukain kamu? lihat saja Thorn, dia terluka parah karena kakak kalian tidak mempedulikannya maupun kalian," Amato berkata dengan nada sinis.

"Tapi ayah, kak Hali juga luka parah tadi" Ucap Solar dengan lirih apabila mengingat semula keadaan Halilintar.

"Bener, malahan kak Hali sudah menyelamatin Thorn," tambah Ice.

Aisyah yang mendengar apa yang anaknya katakan langsung teringat tentang anak sulungnya itu. Dia melihat sekitar tetapi nihil, ternyata Halilintar sedang tidak ada disana.

"Amato, kemana Halilintar? Kenapa dia tidak bersama kalian?" soalnya. Netra coklatnya menatap Amato.

"Hahh... aku tinggalkan dia."

"A-apa, Kenapa kau tinggalkan Halilintar? Dia juga terluka parah kata Gempa."

"Anak seperti dia tidak perlu mendapat simpati dari aku, kalau bukan dia yang mengajak yang lain perkara ini tidak akan berlaku, Halilintar... hanya akan membuat anak kita yang lain terluka."

"Apa-apaan bicaramu ini, Halilintar tidak akan pernah melukai yang lain apalagi saudaranya!"

"Kalau kau masih pengen anak seperti dia ambil saja sana, berkemungkinan sudah sekarat pasti!"

SISA HUJAN LUKA [end]Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang