⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Rumor baru telah menyebar di Macebook. Tentang teka-teki hubungan Seoyeon dan Seongje, itu langsung disusul oleh jawaban yang mengatakan mereka adalah saudara dengan lampiran foto di mana mereka masuk ke rumah yang sama.
Firasat Seoyeon ternyata benar. Ada seseorang yang telah mengikutinya selama beberapa waktu ke belakang. Tapi dia tidak cukup perduli untuk menanganinya.
Sekarang, yang Seoyeon pedulikan adalah bagaimana dia harus menghadapi Sieun dan teman-temannya yang lain.
Dalam kondisi babak belur parah, Sieun pasti dibawa ke rumah sakit oleh Humin, Juntae dan Juyang setelah perkelahian dengan Seongje tempo hari.
Seoyeon telah memeriksa rumah sakit terdekat, tapi tidak menemukan keberadaan Sieun. Itu membingungkannya. Dalam kondisi terdesak, seseorang pasti akan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Hari ini, ini alih-alih mengunjungi rumah sakit lain, Seoyeon memutuskan menunggu di dekat SMA Eunjang. Sampai kemudian, dia melihat Humin, Hyuntak dan Gayool berjalan bersama keluar dari area sekolah.
"Mereka pasti akan mengunjungi Sieun hari ini," gumam Seoyeon.
Seoyeon segera mengikuti mereka, hingga mereka tiba di rumah sakit.
Sambil memandangi rumah sakit tersebut, air muka Seoyeon mengernyit bingung. Rumah sakit ini cukup jauh dari lokasi perkelahian di atap tempo hari, bagaimana bisa Sieun dilarikan ke rumah sakit ini padahal ada rumah sakit yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Humin, Gayool dan Hyuntak berjalan tidak jauh di depannya, dan Seoyeon masih secara diam-diam mengikuti mereka.
Hyuntak dan Gayool pasti sudah mendengar apa yang terjadi setelah perkelahian Sieun dan Seongje, entah mereka diberitahu oleh, Juntae, Juyang, atau mungkin Humin.
Seoyeon masih belum siap menghadapi mereka. Apalagi mengingat dia pernah berbohong mengenai hubungannya dan Seongje.
Seoyeon hanya mengintip dari kaca pintu.
"Dia tampak udah lebih baik." Seoyeon tersenyum tipis. "Syukurlah."
Memutuskan untuk mengunjunginya di hari lain sendirian, Seoyeon segera beranjak pergi.
Ketika dia berjalan di loby hendak keluar dari rumah sakit, seseorang tiba-tiba menegurnya.
"Geum Seoyeon?"
Panggilan itu segera membuat Seoyeon berbalik. Menelik sosok tersebut.
Seorang laki-laki tinggi dan pirang, dengan kedua lengan di penuhi tato. Penampilan yang dalam sekejap memberi kesan buruk.
Seoyeon merespon skeptis, "siapa?"
Laki-laki itu tersenyum. Mengambil langkah lebih dekat ke Seoyeon.
"Kau saudari Geum Seongje, benar?"
"Aku bertanya kau siapa? Dan bagaimana kau tahu...ah, pasti dari Macebook," katanya, menyambung dengan gumaman di akhir begitu dia menyadari sesuatu.
Laki-laki itu terkekeh kecil. "Baekjin. Kau mungkin pernah mendengarnya." Dia memperkenalkan dirinya, sambil mengulurkan tangan perkenalan.
Namun, bukannya membalas uluran tangan perkenalan Baekjin, Seoyeon justru segera membekap mulutnya yang menganga, dan tanpa sadar, mengambil langkah mundur.
"Na Baekjin?"
Baekjin segera menarik tangannya lagi setelah tidak mendapat balasan. Bibirnya kini membentuk seringgaian.
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
FanfictionRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
