weak heroine - 30

1.3K 213 17
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000


"Cih, bikin kesal saja para berandal itu," omel Heekyung, saat mereka semua keluar dari ruang karaoke.

"Terima kasih sekali lagi ya," kata salah satu teman Heekyung. Sambil tersenyum manis.

"Ah iya."

"Nggak nyangka, Heekyung punya teman sepertimu. Kau jago banget berantem. Ngomong-ngomong, makasih juga ya...temannya Seoyeon," kata yang lain pada Sieun.

"Eh, tapi sepertinya aku pernah melihatmu deh."

Seoyeon mengangkat alis saat tiga teman Heekyung mulai memusatkan pandangan ke arahnya.

"Oh iya. Kau pacarnya Park Humin itu kan, yang anak Eunjang."

"Seoyeon? Kau saudari Geum Seongje, Geum Seoyeon!"

Seoyeon meringis dalam hati. Dia benar-benar jadi nol privasi sekarang. Minus infomasi salah. Kenapa orang-orang masih saja salah mengira kalau ia pacar Humin.

"Soal infomasi aku pacaran dengan Humin itu nggak beneran kok," jelas Seoyeon. Dia benar-benar muak harus memperjelas ini pada setiap orang yang menyinggung tentang kesalah pahamn ini.


Para cewek itu malah berbisik, Seoyeon makin tak habis pikir saat Heekyung malah ikut-ikutan.

Tidak lama kemudian, Heekyung dan teman-temannya pamit pergi lebih dulu. Lalu Seoyeon dan Sieun juga ikut pergi dari tempar karaoke itu.

Setelah kejadian menegangkan di tempat karaoke, Seoyeon dan Sieun memutuskan untuk mencari tempat yang lebih tenang untuk berbicara. Mereka berdua berjalan menuju halte bus terdekat dan duduk di bangku kosong.

Seoyeon menghela nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya setelah perkelahian singkat tadi. Ia menoleh ke arah Sieun, yang duduk di sampingnya dengan wajah sedikit khawatir.

"Sieun," panggil Seoyeon dengan suara lembut.

Sieun menoleh dan menatap Seoyeon dengan tatapan penuh perhatian.

Seoyeon terdiam sejenak, mencari kata-kata yang tepat untuk diucapkan. Ia tahu, meminta maaf pada Humin mungkin mudah, tapi Sieun, Seoyeon sama sekali tidak bisa memprediksi apa pun terkait Sieun.

"Aku minta maaf soal kejadian tempo hari." Akhirnya Seoyeon memulai pembicaraan. "Aku tahu aku salah karena udah bohong soal Seongje dan aku juga minta maaf atas namanya--"

Sieun mengangguk pelan. "Nggak papa," katanya.

Seoyeon menunduk, masih merasa bersalah. "Apanya yang nggak papa? Kau sampai masuk rumah sakit begitu--"

"Kenapa harus kau yang meminta maaf? Bukan kau yang salah. Yang berbuat harusnya yang meminta maaf, bukan padaku, tapi pada Juntae dan Juyang...mereka terluka."

Seoyeon terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

"Maaf...maksudku, karena berbohong. Aku bakal bawa Seongje untuk minta maaf juga ke Juntae dan Juyang."

Ada jeda hening untuk beberapa saat. Orang-orang yang menunggu di halte semakin berkurang saat bus datang silih berganti. Seoyeon dan Sieun masih duduk di tempat yang sama, menunggu.

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang