weak heroine - 60

693 122 6
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000

"...katanya namanya Ahn Suho."

Jantung Siuen mencelos. Ahn Suho? Nama itu terasa asing sekaligus familier, seperti gema dari masa lalu yang samar. Ia mendongak, matanya mencari sumber suara. Beberapa siswa di bangku depan tampak berbisik-bisik penuh penasaran.

Tanpa sadar, buku di tangannya terjatuh. Suara debum kecil itu tenggelam dalam riuh rendah kelas. Siuen bangkit berdiri, tubuhnya terasa kaku. Ia harus memastikan. Ia harus melihatnya sendiri.

Dengan langkah cepat, hampir berlari, Siuen menyusuri koridor yang terasa lebih panjang dari biasanya. Setiap belokan membuatnya semakin gelisah. Ia mencari-cari nomor kelas yang disebutkan oleh orang-orang.

Langkahnya terhenti di depan sebuah kelas yang tampak lebih ramai dari biasanya. Instingnya kuat mengatakan bahwa di sanalah Suho berada.

Dari balik jendela luar kelas, tiga sosok lain tampak mengamati dengan saksama. Humin dengan wajah penasaran yang khas, Juyang, Gayool dan Hyuntak yang berdiri sedikit di belakang mereka dengan eksp sulit dibaca. Mereka pun rupanya terpancing oleh kehadiran murid baru yang misterius ini.

Siuen mendekat, napasnya sedikit tersengal. "Kalian juga di sini?" tanyanya pelan.

Humin menoleh, matanya melebar melihat Siuen yang tampak terburu-buru. "Siuen! Kau juga dengar?"

Juyang mengangguk antusias. "Penasaran sekali seperti apa orangnya."

Hyuntak hanya menghela napas kecil, pandangannya tak lepas dari sosok di dalam kelas yang kini tengah berbicara dengan seorang guru.

Mata Siuen tertuju pada murid baru itu. Posturnya tegap, dengan aura tenang namun sulit didefinisikan. Ada sesuatu yang familiar dalam siluet tubuhnya, meski Siuen belum bisa menangkap detail wajahnya dari sudut pandang ini.

"Itu... benar dia?" gumam Siuen lebih pada dirinya sendiri, kerutan samar terlihat di dahinya.

Gayool mengikuti arah pandang Siuen. "Kau mengenalnya, Siuen?"

Siuen terdiam sejenak, mencoba mencerna kemungkinan yang ada. "Aku... nggak yakin. Tapi namanya..."

"Tunggu..." Humin tampak berpikir keras "namanya Ahn Suho? Suho?" Lalu matanya kemudian melebar dan dia langsung menatap Sieun dengan ekspresi terkejut "Sieun, apa dia itu..."

Seorang siswa yang berdiri di dekat jendela. Punggungnya menghadap ke arah Siuen, rambutnya hitam legam dan tampak sedikit berantakan.

Siuen menarik napas dalam-dalam sebelum memberanikan diri melangkah masuk. Suara langkahnya tertahan oleh karpet di lantai, namun kehadirannya tetap terasa. Beberapa pasang mata menoleh ke arahnya, termasuk siswa yang menjadi pusat perhatian itu.

Ketika siswa itu berbalik sepenuhnya, mata Siuen membulat. Ia terpaku di tempatnya, bibirnya sedikit terbuka tanpa bisa mengeluarkan suara. Sosok di hadapannya... itu benar-benar Ahn Suho.

"Siuen?" Suara Suho terdengar sedikit terkejut, namun diiringi dengan nada familiar yang membuat jantung Siuen berdebar semakin kencang.

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang