weak heroine - 63

604 107 0
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000

Waktu terus berjalan, dan hari pertarungan semakin dekat. Seoyeon tidak bisa hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun. Dia masih punya niat untuk menghentikan pertempuran ini sebelum terjadi.

Kemudian, sebuah ide muncul di benaknya. Ia ingat pernah membantu seorang siswa yang dikenal cukup "berpengaruh" di dunia maya menyelesaikan masalah teknis komputernya. Siswa itu memiliki reputasi sebagai hacker andal dan memiliki jaringan pertemanan yang luas di berbagai komunitas daring.

Dengan sedikit ragu, Seoyeon mencoba menghubungi siswa tersebut. Setelah menjelaskan tujuannya, siswa itu tampak berpikir sejenak.

"Na Baekjin, ya? Orang itu memang cukup tertutup. Namanya disebut-sebut di shuttle patch," ujarnya di ujung telepon. "Aku tidak bisa menjamin akan mendapatkan informasi detail, tapi aku bisa mencoba bertanya pada beberapa kenalanku di sana."

Seoyeon merasakan secercah harapan. "Sungguh? Aku akan sangat berterima kasih."

Beberapa hari berlalu dengan penuh penantian. Seoyeon terus memantau perkembangan situasi di Eunjang, sambil sesekali memeriksa ponselnya, berharap ada kabar dari kenalannya.
Akhirnya, sebuah pesan singkat masuk. Dari siswa yang ia hubungi.

"Ada sedikit informasi. Tidak banyak, tapi mungkin bisa membantumu. Coba cari username 'ShadowKnows' di macebook. Dia sepertinya tahu lebih banyak tentang Na Baekjin."

Jantung Seoyeon berdebar kencang. Ia berhasil mendapatkan petunjuk. Meskipun ia belum tahu bagaimana cara menghubungi atau mendapatkan akses ke username tersebut, ia tahu bahwa ia selangkah lebih dekat untuk mengungkap misteri di balik sosok Na Baekjin.

Dengan tekad yang membara, Seoyeon mulai mencari cara untuk menemukan "ShadowKnows" sebelum aliansi kekuatan besar itu benar-benar terjadi. Ia tahu, informasi sekecil apapun bisa menjadi kunci untuk melindungi teman-temannya dan menghadapi ancaman yang semakin nyata.

Pertarungan bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga tentang strategi dan pengetahuan. Dan Seoyeon bertekad untuk mempersiapkan Eunjang sebaik mungkin.

Setelah mendapatkan petunjuk dari kenalannya, Seoyeon mulai mencari cara untuk menghubungi "ShadowKnows" di macebook. Seoyeon harus bergerak hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Ia mencoba memposting pertanyaan umum tentang rumor perkelahian di Yeongdeungpo, berharap "ShadowKnows" akan tertarik dan memberikan tanggapan. Beberapa hari berlalu tanpa hasil. Seoyeon mulai merasa frustrasi.

Kemudian, sebuah pesan pribadi masuk ke akun macebook Seoyeon yang baru dibuat. Pesan itu singkat dan misterius: "Kau mencari informasi tentang Na Baekjin? Temui aku di sini" Tidak ada nama pengirim, hanya username anonim. Namun, insting Seoyeon mengatakan bahwa ini pasti dari "ShadowKnows".

Keesokan sorenya, dengan jantung berdebar, Seoyeon menuju titik lokasi yang dikirimkan. Di sebuah atap gedung. Tempat itu sunyi dengan pemandangan kota Yeongdeungpo yang membentang di kejauhan. Di sana, seorang anak laki-laki duduk membelakanginya, mengenakan hoodie gelap yang menutupi sebagian wajahnya.

"Kau... ShadowKnows?" tanya Seoyeon ragu-ragu.

Anak laki-laki itu berbalik perlahan. Seoyeon terkejut melihat wajahnya. Itu Yeongue, seorang siswa Eunjang yang pernah Seoyeon tolong ketika pertama kali dia terlibat dengan anak-anak Yuseon. Ini benar-benar mengejutkan.

Yeongue menatap Seoyeon dengan ekspresi datar. "Kenapa kau mencariku?" tanyanya dengan nada dingin.

"Aku butuh informasi tentang Na Baekjin," jawab Seoyeon, mencoba bersikap tenang meskipun terkejut dengan identitas "ShadowKnows".

Yeongue menyeringai tipis. "Kenapa aku harus memberikannya padamu?"

"Karena ini penting untuk Eunjang," balas Seoyeon dengan tegas. "Kita akan menghadapi Aliansi, dan kita perlu tahu siapa musuh kita sebenarnya."

Yeongue terdiam sejenak, menatap Seoyeon dengan tatapan menyelidik. "Aku tidak suka ikut campur urusan perkelahian sekolah."

"Tapi kau tahu banyak hal, kan?" desak Seoyeon. "Aku dengar shuttle patch punya mata dan telinga di mana-mana. Kau pasti tahu sesuatu tentang Na Baekjin."

Yeongue mengalihkan pandangannya. "Itu bukan urusanku."

Seoyeon tidak menyerah. Ia tahu ini adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki. "Tolonglah," pintanya dengan nada sungguh-sungguh. "Ini bukan hanya tentang perkelahian. Ini tentang melindungi teman-teman kami."

Yeongue tetap diam, tampak tidak terpengaruh. Seoyeon mencoba pendekatan lain. "Aku tahu kau pintar. Kau pasti melihat apa yang terjadi di Yeongdeungpo. Kekerasan Aliansi semakin menjadi-jadi, bukannya kau juga pernah menjadi sasaran? Kita perlu menghentikannya."

"Aku ingat, terima kasih sudah menolongku dan Jiah waktu itu, tapi apa kau pikir informasi tentang masa lalu satu orang akan menghentikan semuanya?" tanya Yeongue.


"Mungkin tidak sepenuhnya," jawab Seoyeon. "Tapi setiap informasi bisa berguna. Mungkin ada kelemahan yang bisa kita manfaatkan. Mungkin ada alasan kenapa dia seperti itu."

Yeongue menghela napas panjang, tampak berpikir keras. Keheningan menyelimuti atap gedung itu, hanya suara angin yang berhembus pelan.

"Kenapa kau begitu gigih?" tanya Yeongue akhirnya, menatap Seoyeon dengan rasa ingin tahu.

"Karena aku tidak akan menyerah melindungi Eunjang," jawab Seoyeon dengan tatapan mata yang penuh tekad. "Kami semua berjuang bersama. Dan aku akan melakukan apapun untuk memastikan teman-temanku selamat."

Yeongue menatap Seoyeon lekat-lekat, seolah mencoba membaca ketulusan di matanya. Setelah beberapa saat yang terasa panjang, ia akhirnya menghela napas lagi, kali ini dengan nada yang lebih lembut.

"Baiklah," kata Yeongue pelan. "Aku akan memberitahumu apa yang aku tahu." Ia kemudian mulai bercerita tentang masa lalu Na Baekjin, tentang rumor-rumor yang beredar di kalangan berandal Yeongdeungpo, dan tentang jejak-jejak pertarungan yang pernah ia lihat melalui rekaman CCTV yang berhasil ia retas. Informasi itu sedikit demi sedikit mulai membuka tabir misteri di balik sosok ketua Aliansi yang dingin dan kuat itu.

Seoyeon mendengarkan dengan saksama, setiap kata yang diucapkan Yeongue terasa seperti kepingan penting dari teka-teki yang harus ia pecahkan sebelum pertempuran besar itu terjadi.

To Be Continued

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang