⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Pertarungan sengit itu benar-benar berakhir.
Hakho kemudian menoleh ke arah teman-temannya. "Ayo kita pergi dari sini," katanya, sambil bangkit berdiri.
"Hakho!" panggil Seoyeon, sebelum cowok itu benar-benar pergi. Suaranya pelan namun tegas, sebelum cowok itu benar-benar pergi. Hakho dan teman-temannya berhenti dan menoleh ke arah Seoyeon.
"Tunggu," kata Seoyeon, melangkah maju. "Aku... aku ingin bicara denganmu."
Hakho mengangguk, lalu mendekati Seoyeon. "Ada apa?" tanyanya, suaranya lembut.
"Aku... aku minta maaf," kata Seoyeon, menundukkan kepalanya. "Aku tahu aku membuatmu kesulitan."
"Tidak perlu minta maaf," kata Hakho, tersenyum tipis. "Kau tidak melakukan kesalahan apa pun."
"Tapi aku..."
"Dengar, Seoyeon," kata Hakho, memotong perkataan Seoyeon. "Aku tahu kau khawatir pada Humin...
"Aku juga khawatir padamu, tahu," sergah Seoyeon.
Hakho terkekeh pelan. "Yah, tentu saja. Tapi ini adalah masalah kami, dan kami harus menyelesaikannya sendiri."
"Aku hanya khawatir," kata Seoyeon, suaranya bergetar. "Aku tidak ingin kalian terluka."
"Aku tahu," kata Hakho, menghela napas panjang. "Tapi kau tidak bisa ikut campur dalam setiap pertarungan." Hakho menepuk pelan kepala Seoyeon dengan sayang.
"Baiklah," kata Seoyeon, mengangguk. "Aku mengerti."
"Bagus," kata Hakho, tersenyum. "Sekarang, aku harus pergi. Kami punya urusan yang harus diselesaikan."
"Tentu," kata Seoyeon, tersenyum tipis. "Hati-hati."
Hakho mengangguk, lalu berbalik dan berjalan pergi bersama teman-temannya. Seoyeon menatap punggung mereka hingga mereka menghilang dari pandangan.
Seoyeon kemudian berbalik dan menatap Humin, yang sedang duduk di tanah dengan wajah babak belur. Dia tersenyum tipis, merasa lega bahwa Humin baik-baik saja.
"Humin," panggil Seoyeon, berjalan mendekat. "Kau baik-baik saja?"
"Ya," jawab Humin, tersenyum lemah. "Aku baik-baik saja."
"Kau membuatku khawatir," kata Seoyeon, duduk di samping Humin. "Kau tahu itu?"
"Maaf," kata Humin, menundukkan kepalanya. "Aku tidak bermaksud..."
"Tidak apa-apa," kata Seoyeon, tersenyum. "Yang penting, kau baik-baik saja."
Humin mengangguk, lalu menatap Seoyeon dengan tatapan lembut. "Terima kasih, Seoyeon," katanya. "Terima kasih sudah khawatir padaku."
"Sama-sama," kata Seoyeon, tersenyum. "Kau temanku, Humin. Aku akan selalu khawatir padamu."
Humin tersenyum, lalu menatap langit. "Sepertinya hujan akan turun."
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
Hayran KurguRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
