weak heroine - 64

614 107 4
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000


Di tengah kesibukan persiapan Eunjang menghadapi potensi serangan Aliansi, Humin dikejutkan oleh kedatangan seorang tamu tak terduga. Seongje, dengan aura tenang namun tegas seperti biasanya, berdiri di hadapannya di salah satu sudut basecamp Eunjang yang agak sepi.

"Seongje?" Humin tampak terkejut bercampur bingung. "Ada apa kau ke sini?"

Seongje menatap Humin dengan tatapan serius. "Aku di sini untuk menyampaikan sesuatu yang penting."
Humin menelan ludah, merasa ada hal besar yang akan diungkapkan. "Apa itu?"

"Aku akan bergabung dengan Eunjang dalam melawan Aliansi," kata Seongje dengan mantap, tanpa ragu sedikit pun.
Mata Humin membelalak tak percaya. "Kau... serius? Setelah semua yang terjadi?"

Seongje mengangguk. "Aku serius. Aku sudah keluar dari Aliansi."

Humin masih mencoba mencerna informasi yang baru diterimanya. Ini adalah kabar yang sangat mengejutkan, namun di sisi lain juga memberikan secercah harapan bagi Eunjang. Kehadiran Seongje, dengan kekuatannya yang diakui, tentu akan menjadi tambahan kekuatan yang signifikan.

"Tapi... kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Humin, masih belum sepenuhnya yakin.

"Aku melihat tekad dan keberanian kalian, sepertinya, kalian punya potensi."

Humin terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Seongje. Ia bisa merasakan ketulusan dalam ucapan mantan pemimpin Ganghak itu.

"Aku harus memberitahu Seoyeon," kata Humin akhirnya, rasa antusias mulai mengalahkan keterkejutannya. "Dia pasti akan senang mendengarnya."

Seongje mengangguk. "Katakan padanya. Aku akan muncul saat mereka benar-benar menyerang."

Dengan langkah cepat, Humin mencari Seoyeon. Ia menemukan gadis itu sedang berdiskusi dengan Sieun, Gayool, Hyuntak, Juyanh, Juntae dan Suho di sudut lain basecamp.

"Seoyeon! Kalian harus dengar ini!" seru Humin dengan nada bersemangat.
Seoyeon dan yang lainnya menoleh, tampak bingung dengan antusiasme Humin yang tiba-tiba.

"Ada apa, Humin? Kau tampak sangat gembira," tanya Seoyeon.

"Tebak siapa yang baru saja kutemui?" Humin tersenyum lebar. "Seongje!"

"Seongje?" Seoyeon mengerutkan kening. "Apa yang dia inginkan?"

"Dia bilang..." Humin menarik napas dalam-dalam untuk memberikan efek dramatis. "Dia bilang dia akan bergabung dengan kita untuk melawan Aliansi!"

Reaksi Seoyeon, dan teman-temannya beragam. Juyang tampak terkejut namun juga sedikit lega. gayool hanya mengangkat alisnya, menunjukkan ketertarikan. Namun, Seoyeon tampak paling terkejut dan tidak yakin.

"Bergabung dengan kita? Itu tidak mungkin," kata Seoyeon dengan nada skeptis. "Setelah semua yang dia lakukan?"

"Aku tahu ini sulit dipercaya," sahut Humin cepat. "Tapi dia tampak sangat serius. Dia bilang dia sudah keluar dari Aliansi"

Seoyeon terdiam sejenak, mencoba mencerna informasi yang baru diterimanya. Ia ingat betul bagaimana Seongje dulu menjadi bagian dari masalah mereka. Namun, ia juga tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa pria itu benar-benar berubah pikiran.

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang