⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Atap SMA Eunjang, tempat yang biasanya sepi, menjadi saksi bisu pergolakan hati Humin. Sinar matahari senja memantul di wajahnya, memperlihatkan kerutan di dahinya. Ia sedang duduk bersama Hyuntak dan Gayool, dua sahabatnya yang selalu siap mendengarkan keluh kesahnya.
"Aku... aku rasa aku menyukai Seoyeon," kata Humin, suaranya pelan.
Hyuntak dan Gayool saling pandang, lalu menatap Humin dengan ekspresi terkejut. Mereka tahu bahwa Humin dan Seoyeon sudah berteman dekat, tetapi mereka tidak menyangka bahwa perasaan Humin akan berkembang menjadi sesuatu yang lebih.
"Kau menyukai Seoyeon?" tanya Hyuntak, memastikan.
Humin mengangguk, wajahnya memerah. "Ya, aku rasa begitu," katanya. "Aku nggak tahu kapan ini mulai terjadi, tapi aku merasa berbeda saat bersamanya."
Gayool tersenyum tipis. "Akhirnya kau menyadarinya," katanya. "Aku udah curiga sejak lama."
Hyuntak menepuk bahu Humin. "Jadi, apa rencanamu?" tanyanya. "Kau berniat memacari adik kembar Geum Seongje?"
Humin menghela napas. "Itu masalahnya," katanya. "Aku masih nggak tahu apa yang harus kulakukan."
"Dan jangan lupakan Ji Hakho," tambah Gayool, menatap Humin dengan serius. "Jika kau nekat memacari Seoyeon, kau nggak hanya akan berurusan dengan Seongje, tapi juga Ji Hakho."
Mata Humin membelalak. Ia teringat akan peringatan Ji Hakho kepadanya. Ia tahu bahwa Ji Hakho sangat protektif terhadap Seoyeon.
"Aku tahu," kata Humin, suaranya bergetar. "Aku nggak tahu harus berbuat apa."
"Kau harus memikirkan perasaan Seoyeon juga," kata Gayool. "Apakah dia juga memiliki perasaan yang sama sepertimu?"
Humin terdiam. Ia tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu. Ia tidak pernah berani bertanya kepada Seoyeon tentang perasaannya.
"Aku... aku nggak tahu," katanya, suaranya pelan.
"Kau harus mencari tahu," kata Gayool. "Sebelum kau membuat keputusan apa pun."
Humin mengangguk, merasa semakin dilema. Ia tahu bahwa ia harus menghadapi Geum Seongje dan Ji Hakho jika ia ingin bersama Seoyeon. Dan Ia juga harus memastikan bahwa Seoyeon memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Aku akan memikirkannya," kata Humin, menatap langit senja. "Terima kasih, teman-teman."
Hyuntak dan Gayool tersenyum, mengerti. Mereka tahu bahwa Humin sedang menghadapi situasi yang sulit, dan mereka akan selalu ada untuknya.
Malam itu, Humin terbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamar. Pikirannya dipenuhi dengan Seoyeon. Ia belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Rasa suka yang hangat dan membingungkan.
Ia teringat senyum Seoyeon, tawanya, dan kebaikan hatinya. Semua itu membuatnya merasa bahagia, tetapi juga membuatnya bingung. Ia tidak tahu bagaimana cara mendekati Seoyeon.
"Ini gila," gumam Humin, menutup matanya. "Aku nggak tahu apa yang harus kulakukan."
Ia mencoba mengingat kembali pengalaman teman-temannya yang pernah jatuh cinta. Ia ingat bagaimana mereka mendekati gadis yang mereka sukai. Ada yang memberikan hadiah, ada yang mengajak kencan, dan ada yang menyatakan perasaan mereka secara langsung.
Namun, semua itu terasa asing bagi Humin. Ia merasa canggung membayangkan dirinya melakukan hal-hal itu kepada Seoyeon. Ia takut akan reaksinya, takut akan penolakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
FanfictionRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
