⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Lorong Hero Academy selalu ramai, tapi sore ini terasa lebih sesak. Seoyeon dan Sieun berdiri di salah satu sudut, asyik mengobrol tentang soal matematika yang baru saja mereka kerjakan.
Tawa kecil sesekali terdengar di antara suara langkah kaki dan gumaman siswa lain yang berlalu-lalang. Tiba-tiba, Teo muncul dari ujung lorong, wajahnya terlihat tegang. Tak lama kemudian, Juntae dan Juyang juga datang, bergabung dalam kerumunan kecil itu. Suasana yang tadinya santai berubah menjadi tegang saat Teo langsung menghampiri Juyang.
"Kenapa ponselmu nggak aktif? Sudah kucoba hubungi dari tadi," suara Teo terdengar meninggi, memecah keheningan lorong.
Juyang, yang tampak bingung, merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. "Maaf. Aku mematikan ponselku karena sedang berada di kelas," jawabnya sambil menatap layar ponselnya. "Tapi, kau telpon banyak sekali." Juyang agak terkejut melihat rentetan panggilan tidak terjawab dari Teo.
"Ada apa?" tanya Sieun.
Teo yang sedang menatap kesal pada Juyang, teralihkan ketika Sieun bertanya.
"Daehyun akan menyerang Eunjang," kata Teo, suaranya pelan namun sarat akan kekhawatiran. "Jumlahnya nggak bisa diperkirakan."
Jantung Seoyeon berdebar kencang mendengar informasi yang di bawa Teo. "Daehyun? Apa mungkin Hakho?" Batin Seoyeon, merasa khawatir.
"Humin sepertinya dalam bahaya."
Kalimat Teo selanjutnya lebih mengejutkan. Mata Seoyeon membelalak. "Humin?" tanyanya, suaranya bergetar. Dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Humin adalah teman dekat mereka, dan membayangkan dia dalam bahaya membuat jantungnya berdebar kencang.
"Sepertinya mereka mau menyerang Humin ramai-ramai. Yang aku lihat saja lima orang dan katanya, Ji Hakho sudah jalan ke Eunjang duluan. Kemungkinan saat ini, dia sudah sampai."
Mendengar nama Ji Hakho, wajah Seoyeon menegang, menyadari situasi genting yang sedang terjadi. Dugaanya benar dan itu membuatnya jadi lebih khawatir.
"Kau lihat penampilan mereka?" tanya Juntae, agak mendesak.
"Aku nggak benar-benar memperhatian, tapi salah satunya ada yang pakai topi dan satu orang lagi punya luka di alis"
Juntae tampak terkejut. Dia berpandangan dengan Juyang yang mengerti arti keterkejutannya.
"Geng Nakseong" Juyang dan Juntae bergumam secara bersamaan.
"Geng Nakseong?" tanya Seoyeon, kebingungan. Dia belum pernah mendengar nama geng itu sebelumnya.
Juntae menghela napas, wajahnya serius. "Geng Nakseong adalah salah satu geng terkuat Yeondeungpo. Pemimpinnya Yoon Nakseong. Tapi setahuku, geng Nakseong tidak berafilasi dengan Daehyun."
"Kalau begitu apa maksudnya ini? Kenapa mereka menyerang Eunjang juga?" tanya Seoyeon.
Juntae tampak berpikir sejenak sementara ekapresi wajahnya semakin mengeruh. "Kalau sampai ada geng Nakseong, kemungkinan Na Baekjin sendiri terlibat. Geng Nakseong memang tidak secara resmi tergabung dalam aliansi, tapi mereka memiliki hubungan secara khusus dengan Na Baekjin."
Tangan Seoyeon mengepal kuat. "Na Baekjin lagi" gumamnya, hanya untuk dirinya sendiri. "Jadi, mereka ingin menyerang Humin dan Eunjang?"
"Sepertinya begitu," jawab Teo. "Aku nggak tahu apa motif mereka, tapi ini pasti bukan hal yang baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
FanfictionRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
