⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Meskipun berhasil mengalahkan Jo Seungjin, Seongje mengalami luka-luka yang cukup parah dan harus dirawat di rumah sakit. Saat Seoyeon mengetahui hal itu, amarahnya meledak. Ia mengomeli Seongje habis-habisan, tidak peduli dengan kondisinya yang lemah.
"Kau ini bodoh atau apa?" teriak Seoyeon, suaranya menggema di ruang perawatan. "Kenapa kau harus bertarung sendiri? Kau lihat apa yang terjadi padamu?"
Seongje meringis kesakitan, mencoba menahan amarahnya. "Aku hanya ingin membalas dendam," gumamnya, suaranya serak.
"Balas dendam nggak sepadan dengan nyawamu!" bentak Seoyeon. "Kau hampir mati di sana!"
Wooyoung, yang berada di sana, juga tidak luput dari amarah Seoyeon. "Dan kau!" bentak Seoyeon, menunjuk Wooyoung. "Kenapa kau membiarkannya melakukan ini? Kau seharusnya menghentikannya!"
Wooyoung mundur karena ciut. "Aku sudah mencoba," gumamnya, suaranya pelan. "Tapi dia terlalu keras kepala."
Seoyeon menghela napas berat, mencoba meredakan amarahnya. Ia tahu bahwa ia tidak bisa terus marah-marah, tetapi ia sangat khawatir dengan kondisi Seongje.
Tiba-tiba, pintu ruang perawatan terbuka, dan Ji Hakho masuk. Wajahnya serius, dan ia menatap Seongje dengan tatapan prihatin.
"Seongje," kata Hakho, suaranya tenang. "Kau nggak seharusnya membalas Jo Seungjin secara langsung."
"Kenapa?" tanya Seongje, suaranya sinis. "Dia menyakiti adikku."
"Na Baekjin juga sedang menanganinya," jelas Hakho. "Dia nggak akan membiarkan ini lolos begitu saja."
"Aku nggak percaya padanya," balas Seongje, suaranya dingin. "Dia terlalu lambat."
Hakho menghela napas berat. "Kau salah," katanya. "Baekjin sudah menurunkan Duo Mokha ke lapangan. Itu artinya dia serius."
"Duo Mokha?" tanya Seongje, alisnya terangkat. Dia ingat mereka datang ke gedung, tapi dia tidak menyangka bahwa itu atas perintah Na Baekjin "Kenapa dia menurunkan mereka?"
"Tampaknya Jo Seungjin memiliki bekingan yang kuat," jelas Hakho. "Dan Baekjin ingin memastikan bahwa mereka nggak ikut campur."
Seongje terdiam, mencerna informasi itu. Ia tahu bahwa Duo Mokha adalah petarung yang sangat kuat. Jika Baekjin menurunkan mereka, itu artinya situasi ini sangat serius.
"Siapa bekingan Jo Seungjin?" tanya Seongje, suaranya serius.
"Kami belum tahu," jawab Hakho. "Tapi kami sedang menyelidikinya."
Seongje mengangguk, merasa khawatir. Ia tahu bahwa ini bukan masalah biasa. Ini adalah perang antar geng yang bisa memicu kekacauan di seluruh kota.
Setelah menjelaskan situasi tentang Duo Mokha dan kemungkinan bekingan Jo Seungjin, Ji Hakho mengalihkan perhatiannya pada Seoyeon. Ia menatapnya dengan tatapan khawatir, memperhatikan wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang lemah.
"Seoyeon," panggil Hakho, suaranya lembut. "Bagaimana kondisimu?"
Seoyeon menghela napas berat, mencoba tersenyum. "Aku baik-baik saja," jawabnya, suaranya pelan. "Hanya sedikit lelah."
Hakho tidak percaya. Ia tahu bahwa Seoyeon masih terluka, baik secara fisik maupun emosional. Ia juga tahu bahwa Seoyeon khawatir tentang Seongje, dan itu pasti membuatnya semakin lemah.
"Kau nggak terlihat baik-baik saja," kata Hakho, suaranya tegas. "Kau harus istirahat."
"Aku akan istirahat," jawab Seoyeon.
Tiba-tiba, pintu ruang perawatan terbuka, dan Heekyung masuk. Wajahnya ceria seperti biasa, tetapi langsung berubah canggung saat melihat orang-orang di dalam ruangan. Ia tidak akrab dengan saudara dan teman-teman Seoyeon, dan ia merasa tidak nyaman berada di sekitar mereka.
"Oh, hai," sapa Heekyung, suaranya gugup. "Aku... aku datang untuk mengunjungi Seoyeon."
Seoyeon tersenyum tipis, merasa senang melihat Heekyung. "Hai, Heekyung," sapanya. "Terima kasih sudah datang."
Heekyung mendekati tempat tidur Seoyeon dan meletakkan sebuket bunga di meja samping tempat tidur. Ia menatap Seongje, Wooyoung, dan Hakho dengan tatapan canggung.
"Itu Ji Hakho yang terkenal itu kan?" bisik Heekyung kepada Seoyeon. "Lalu saudadramu..."
"Ya," jawab Seoyeon, tersenyum tipis. "Jangan khawatir, mereka tidak akan menggigit."
Heekyung mengangguk canggung, mencoba tersenyum. Ia merasa tidak nyaman berada di sekitar mereka, tetapi ia ingin bersikap sopan.
"Senang bertemu dengan kalian," kata Heekyung, suaranya gugup.
Seongje, Wooyoung, dan Hakho mengangguk singkat. Hakho memberinya senyum ramah, membuat Heekyung agak terpana sesaat, sebelum dia menyadarkan dirinya sendiri.
Suasana di ruang perawatan menjadi hening dan canggung. Tidak ada yang tahu harus berkata apa, dan semua orang merasa tidak nyaman.
Seoyeon, yang menyadari kecanggungan itu, mencoba memecah keheningan. Ia mulai berbicara dengan Heekyung tentang hal-hal ringan, mencoba membuat suasana menjadi lebih nyaman.
Tiga cowok yang ada di sana memilih untuk pamit keluar, memberikan ruang untuk Heekyung agar lebih leluasa mengobrol dengan Seoyeon.
Setelah Seongje, Wooyoung, dan Hakho keluar dari ruang perawatan, suasana menjadi sedikit lebih santai. Heekyung, meskipun masih merasa canggung, mulai merasa sedikit lebih nyaman.
"Jadi, bagaimana keadaanmu?" tanya Heekyung, suaranya lebih tenang.
"Lumayan," jawab Seoyeon, tersenyum tipis. "Masih sedikit sakit, tapi aku baik-baik saja."
"Syukurlah," kata Heekyung, menghela napas lega. "Aku sangat khawatir ketika mendengar apa yang terjadi."
"Terima kasih atas perhatianmu," kata Seoyeon. "Aku tahu kau pasti khawatir."
Mereka berdua terdiam sejenak, menikmati kebersamaan mereka. Heekyung merasa lega bisa melihat Seoyeon baik-baik saja, dan Seoyeon merasa senang memiliki teman yang peduli padanya.
"Kau tahu," kata Heekyung, memecah keheningan. "Aku tidak pernah menyangka kau memiliki teman dan saudara yang begitu... kuat."
Seoyeon tertawa kecil. "Mereka memang kuat," katanya. "Tapi mereka juga baik."
"Aku tahu," kata Heekyung, tersenyum. "Mereka terlihat seperti orang-orang yang baik, tapi juga terlihat agak menakutkan."
Seoyeon terkekeh.
Mereka berdua mengobrol tentang berbagai hal, mencoba melupakan kesedihan dan kekhawatiran yang menyelimuti mereka.
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
Fiksi PenggemarRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
