weak heroine - 54

809 119 2
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000

Di bawah cahaya rembulan yang redup, tepi Sungai Han menjadi saksi bisu berkumpulnya anggota aliansi. Angin malam yang dingin berhembus, membawa serta aroma sungai yang khas, menciptakan suasana yang tegang dan penuh antisipasi. Di depan kerumunan, berdiri Na Baekjin, sosoknya yang tinggi dan tegap memancarkan aura dominasi.

"Aku sudah menerima laporan dari Seokhyeon, tentang pergerakan Manwol sejak lama."

Baekjin menatap mereka dengan tatapan dingin, tanpa sedikit pun emosi. Ada kekacauan dalam benaknya, tapi dia tidak membiarkan siapa pun mengetahuinya.

Di antara kesunyian yang seolah menghimpit oksigen, semua orang solah menahan nafas ketika Baekjin berjalan di antara barisan mereka. Para anggota Aliansi.

Di antara mereka, hanya satu orang yang tidak ada di sana. Geum Seongje, absen dan menelantarkan anggota faksinya tanpa pemimpin.

Baekjin menyadarinya, sikap Seongje yang sedang memberontak. Dia telah mendengar apa yang Seongje lakukan pada Jo Seungjin. Dengan jujur, dia terkesan, dan mengapresiasi amarahnya, meski dalam prosesnya, tindakan Seongje sedikit menganggu rencananya.

Dia telah mempersiapkan dua Mokha untuk mengatasi Jo Seungjin dan Manwol. Tapi di ujung rencana, Seongje berdiri sebagai penghalang dengan menarik kerah Jo Seungjin lebih dulu dan menjatuhkannya.

Itu semua karena Seoyeon. Tidak, semua hal, yang dulu dan yang sekarang. Semuanya terjadi karena Geum Seoyeon.

Gadis itu seperti pusat tata surya. Entah sejak kapan ini dimulai.

Baekjin menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa membiarkan emosinya mengendalikan dirinya. Dia adalah seorang pemimpin, dan dia harus tetap fokus.

Dengan sengaja, dia menjatuhkan map airmail saat dia berlalu melewati barisan Hyungshin.

"Kau menjatuhkan ini..."

Langkah Baekjin terhenti. Dari balik bahunya, dia menoleh ke orang yang menegurnya, sambil membuat gestur tangan bahwa dia meminta cowok itu mengambilkan map itu untuknya. Tanpa kata.

Cowok itu menelan ludah, merasakan dominasi yang mengintimidasi.

Ketika dia meraih map airmail itu, serangkaian foto meluncur jatuh dan tersebar di tanah. Foto-foto paparazi yang menampilkan sosok Jo Seungjin yang tengah menerima informasi dari seseorang.

Cowok itu gemetar, melihat dirinya sendiri di sana, sebagai informan Jo Seungjin.

Bukti penghianatan.

Na Baekjin berdiri di hadapan cowok Hyunghsin itu. Sosoknya yang menjulang tinggi, menatap rendah orang yang ada di hadapannya.

Belum sempat cowok Hyungshin itu bangkit, Baekjin menendangnya hingga terpental, membuat semua orang yang menyaksikannya terkejut. Terutama anak-anak Hyungshin.

"Informasi tentang Lee Sehan bergerak ke arah jembatan Sinjeonggyo..." Dia menendang lagi, lalu menarik rambut si anak Hyungshin dan menyeretnya. "Dibocorkan oleh cecenguk ini."

Lee Sehan menatap anak buahnya tersebut dengan ketidak percayaan. Tidak menyangka bahwa serangan Jo Seungjin tempo hari, ada campur tangan dari salah satu orang kepercayaannya.

"Lee Sehan. Masalahnya jadi rumit begini karena kelalaian dan kemalasanmu," kata Baekjin. Membuat Sehan menunduk dalam, tampak kesal tapi juga takut.

"Masalah yang bikin sakit kepala itu hanya butuh dua orang..." Baekjin menyeret si Hyungshin penghianatan. "Hanya dua orang yang perlu membereskannya." Dia melemparkannya ke arah dua Mokha.

Baek Dongha menyeringai saat dia menangkap si penghianat. "Sayang sekali aku nggak bisa menghabisi si Jo Seungjin itu sendiri..." katanya, pandangannya beralih pada Lee Sehan. "Hyungshin itu payah banget ya, kalian sudah jatuh di bawah Ganghak sampai di perintah-perintah macam kacung. Sekarang, masalah ini pun yang nyelesaiin, si bajingan Geum..." Dongha tergelak, sambil mncengkram kuat rambut si penghianatan. "Nggak ku sangka, bajingan itu nekat juga, padahal mau ku ajak duel. Tapi dia malah nggak hadir sekarang." Dia memukul si penghianatan sampai jatuh tidak berdaya.

Di hadapan para anggota aliansi. Baek Dongha dan Do Seongmok berdiri dengan badan tegap penuh kepercayaan diri.

"Mulai hari ini. Aku mengangkat dua orang grup aksi terpisah Yeoil yang tidak pernah maju ke barisan depan, sebagai pemimpim eksekutif."

Para anggota aliansi saling berbisik, terkejut dengan keputusan Baekjin. Mereka tidak menyangka bahwa dua anggota grup aksi terpisah akan diangkat menjadi pemimpin eksekutif. Sementara para pemimpin masing-masing sekolah, terutama Bae Jihoon, tampak jelas menahan kesal.

Menjadi bawahan langsung Na Baekjin, seakarang, seolah bukan apa-apa.

Baek Dongha menyeringai lebar, menikmati perhatian yang diberikan padanya. Do Seongmok, di sisi lain, tetap tenang dan datar, tidak menunjukkan emosi apa pun.

"Kalian berdua," kata Baekjin, menatap Duo Mokha, "kalian akan bertanggung jawab atas semua operasi aliansi mulai sekarang. Pastikan tidak ada yang menghalangi jalan kita."

Duo Mokha mengangguk serempak, menerima perintah Baekjin. Mereka tahu bahwa ini adalah kesempatan mereka untuk membuktikan diri, dan mereka tidak akan menyia-nyiakannya.

Di antara semua orang, Ji Hakho adalah yang paling tenang. Tatapannya tertuju ke arah Na Baekjin, mengamatinya, seolah-olah ingin membaca apa yang ada dalam pikirannya.

Baekjin pasti kesal. Hari ini dia berencana untuk membuat pengangkatan dua Mokha menjadi ajang untuk menunjukan performa bawahannya tersebut pada semua orang. Menjadi orang yang mengalahkan Jo Seungji akan jadi batu loncatan yang akan membuat semua orang tunduk tanpa kata.

Setelah apa yang terjadi pada para eksekutif dari tiap sekolah. Bae Jihoon dan Hakho yang di kalahkan Park Humin, lalu Lee Sehan yang dibantai Jo Seungjin. Semua itu mendorong aliansi ke dasar jurang. Lalu, tanpa di duga, Geum Seongje yang kalah oleh Ular Putih Eunjang, membuat gebrakan dengan mengalahkan Jo Seungjin.

Apa yang dipikirkan Na Baekjin tentang hal tidak terduga ini?

Suasana di tepi sungai Han menjadi tegang.

Keputusan Baekjin, kali ini, adalah awal dari perubahan besar, dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

To Be Continued

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang