weak heroine - 45

913 151 3
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000

Geum Seoyeon diserang, dia tidak menduga hal seperti ini akam terjadi, apalagi penyebabnya adalah Jo Seungjin. Seoyeon pasti masih di rawat di rumah sakit saat ini.

Na Baekjin mengalihkan perhatiannya pada situasi yang lebih mendesak: pencarian Jo Seungjin. Ia tahu bahwa kebangkitan Manwol dan serangan terhadap Kang Jeongyeon adalah masalah serius yang tidak bisa diabaikan.

"Kalian berdua," kata Baekjin, tanpa menatap dua cowok berbadan tegap yang berdiri di belakangnya di tepi sungai han. "Temukan Jo Seungjin dan buat dia jatuh sampai nggak bisa merangkak."

Baekjin berbalik, menatap dua cowok di hadapnnya dengan tatapan tajam mengintimidasi. Namun dua cowok tersebut hampir tidak terpengaruh.

Duo Mokha.

Do Seongmok memiliki tubuh yang besar, memiliki rambut hitam pendek yang berantakan, ekspresi wajahnya tampak serius dan berurat.

"Bagaimana dengan sampah manwol?" Cowok yang satu bertanya.

Baek Dongha bertubuh tinggi dengan tubuh ramping namun bugar. Dia memiliki mata hitam dan ciri khasnya yang paling mencolok adalah rambut hitamnya yang panjang dan berkilau. Berbanding terbalik dengan ekspresi Seongmok, Dongha tampak lebih santai dengan seringgaian lebar.

"Singkirkan," kata Baekjin, suaranya dingin.

Dongha menyeringai lebar, matanya berkilat kegembiraan. Ia menantikan "permainan" ini, sebuah kesempatan untuk menunjukkan keahliannya. Seongmok, di sisi lain, mengangguk singkat, ekspresinya tetap datar. Baginya, ini hanyalah tugas lain yang harus diselesaikan.

"Yang paling utama, ambil kembali berkas dan uang yang dia curi dari Lee Sehan kemarin," kata Baekjin, mengingatkan mereka akan prioritas.

"Setelah tugas ini, aku akan mengangkat kalian jadi bagian dari eksekutif pada pertemuan berikutnya," katanya, mengakhiri percakapan singkat mereka.

Dongha dan Seongmok mengangguk, lalu berbalik dan pergi tanpa sepatah kata pun. Mereka tahu bahwa ini bukan sekadar tugas biasa. Ini adalah pesan yang jelas dari Baekjin, sebuah peringatan bagi siapa pun yang berani mengganggu stabilitas mereka.

Di rumah sakit, Seongje masih menunggu kabar tentang Seoyeon. Ia tidak bisa menghilangkan rasa khawatirnya, meskipun dokter mengatakan bahwa operasinya berjalan lancar. Ji Hakho duduk di sampingnya, mencoba menenangkan.

"Dia akan baik-baik saja," kata Hakho, suaranya tenang. "Dia kuat."

Seongje mengangguk, tetapi ia tidak bisa menghilangkan perasaan bersalahnya. Ia tahu bahwa ia seharusnya lebih melindungi Seoyeon.

"Aku akan membuat mereka membayar," gumam Seongje, suaranya penuh amarah. "Jo Seungjin dan siapa pun yang mendukungnya."

Ji Hakho menatapnya dengan tatapan serius. "Kita akan menghadapi mereka bersama-sama," katanya. "Tapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Mereka mungkin memiliki rencana yang lebih besar."

Mereka berdua terdiam, menunggu dengan cemas.

Di sisi lain, Humin, yang baru saja meninggalkan rumah sakit, diliputi perasaan bersalah dan khawatir. Ia merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Seoyeon.

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang