⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Di dalam gudang terbengkalai, suasana tegang dan penuh amarah. Seongje, Wooyoung, Jihoon, dan Jeongyeon berdiri berhadapan dengan sekelompok anggota Manwol yang siap bertarung. Debu dan bayangan menari-nari di bawah cahaya redup, menciptakan atmosfer yang suram dan berbahaya.
"Kalian pikir bisa menghentikan kami?" ejek salah satu anggota Manwol, suaranya kasar dan penuh kepercayaan diri. "Kalian ngga tahu dengan siapa kalian berurusan."
Seongje melangkah maju, matanya berkilat amarah. "Kalian yang nggak tahu dengan siapa kalian berurusan," geramnya, suaranya penuh dendam. "Kalian menyakiti adikku, dan kalian akan membayar untuk itu."
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Seongje menyerang. Gerakannya cepat dan brutal, dipicu oleh amarah yang membara. Anggota Manwol mencoba melawannya, tetapi mereka kewalahan oleh kekuatannya yang luar biasa.
Selama ini, setiap kali bertarung, Geum Seongje yang banyak meremehkan lawan, tampak tidak serius. Ekspersi wajahnya selalu lempeng dan banyak menyeringai, seolah-olah menganggap pertarungan yang sedang dia hadapi adalah sebuah permainan. Tapi, kali ini, dia tampak berbeda.
Wooyoung, dengan kelincahan dan ketenangannya, bergerak seperti bayangan. Ia melumpuhkan para anggota Manwol dengan pukulan akurat dan tendangan mematikan. Kemampuannya sebagai petarung MMA terlatih memang bukan main-main.
Jeongyeon, meskipun masih terluka, menunjukkan ketangguhannya. Ia menggunakan keahlian bela dirinya untuk menjatuhkan lawan-lawannya, sementara Jihoon, dengan tatapan dingin dan efisien, mengkoordinasikan serangan, memastikan setiap anggota Manwol dihadapi dengan kekuatan penuh.
Pertarungan sengit terjadi. Pukulan dan tendangan saling beradu, suara teriakan dan erangan memenuhi ruangan. Anggota Manwol, meskipun jumlahnya banyak, tidak mampu menandingi kekuatan gabungan Seongje, Wooyoung, Jihoon, dan Jeongyeon.
"Hah, ada apa ini? Apakah anggota Manwol yg tersisa hanya sampah tidak berguna?" Bae Jihoon menghina, memicu kemarahan dan serangan lebih lanjut.
Seongje, dengan amarah yang menggelegak, menerobos barisan musuh, mencari Jo Seungjin. Ia tahu bahwa Jo Seungjin adalah dalang di balik semua ini, dan ia bertekad untuk membuatnya membayar.
"Di mana dia?" geram Seongje, suaranya mengancam. "Di mana Jo Seungjin?"
Para anggota Manwol mencoba menghentikannya, tetapi mereka tidak mampu menahan amarah dan kekuatan Seongje. Ia melumpuhkan mereka dengan pukulan dan tendangan yang brutal, tak peduli dengan luka yang dideritanya.
Wooyoung, Jihoon, dan Jeongyeon mengikuti Seongje, membersihkan jalan di belakangnya. Mereka bertarung dengan efisien, melumpuhkan setiap anggota Manwol yang menghalangi jalan mereka.
"Dia pasti di suatu tempat di dalam," kata Jihoon, suaranya dingin. "Kita harus menemukannya sebelum dia melarikan diri."
Mereka terus bergerak maju, menyusuri lorong-lorong gelap dan ruangan-ruangan kosong. Suara pertarungan bergema di seluruh gedung, menciptakan suasana yang menakutkan.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah ruangan besar. Di sana, mereka melihat Jo Seungjin, berdiri di ujung ruangan.
Jo Seungjin tampak tenang, bahkan sedikit meremehkan. Senyum sinis menghiasi wajahnya saat melihat Seongje, Wooyoung, Jihoon, dan Jeongyeon mendekat.
"Lihat siapa yang datang," kata Jo Seungjin, suaranya penuh ejekan. "Para budak aliansi."
"Jo Seungjin," geram Seongje, melangkah maju dengan mata berkilat amarah. "Kau menyakiti adikku, dan kau akan membayar untuk itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
FanfictionRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
