⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Dengan langkah mantap, Seongje memasuki ruangan tempat Baekjin berada. Wajahnya terlihat serius, menandakan ada sesuatu yang penting ingin ia sampaikan. Baekjin, yang sedang duduk di kursinya, menyambut kedatangan Seongje dengan senyum miring.
"Kau akhirnya muncul juga" ujar Baekjin, menjadi orang yang berbicara pertama kali di antara mereka. "Haruskah ku temui adikmu dulu baru kau mau mau keluar dari persembunyianmu?"
Seongje terkejut mendengar adiknya disebut. Ia tidak menyangka Baekjin akan menghubungkan keputusannya dengan Seoyeon.
"Apa hubungannya dengan Seoyeon?" tanya Seongje, mencoba tenang.
Alis Baekjin berkerut "kuberitahu dia kalau kau nggak muncul, kau akan menanggung akibat atas sikapmu itu. Tapi dia nggak mengatakan apa-apa padamu?" Baekjin terkekeh. "Dia nggak perduli sesuatu terjadi padamu? Jadi kalian sedang tidak akur?" Baekjin menatap Seongje seolah dia sangat penasaran.
Tapi Seongje hanya diam, meremas tangannya kuat. Sedang meredam emosi.
"Apa karena kau berkelahi dengan anak Eunjang? Bukannya dia berteman dengan para cecenguk itu?"
Baekjin mengela napas panjang. "Hah, sudahlah. Tidak penting."
Ekspresi Baekjin dengan cepat berubah menjadi serius. "Pekarang katakan padaku. Kau melepas tanggung jawabmu begitu saja dan menyerahkannya pada anak buahmu setelah nggak becus bekerja."
"Brengsek. Sekarang aku nggak perduli lagi," gumam Seongje. Giginya bergemaltuk menahan geram. Dengan berani membalas tatapan Baekjin.
"Jadi? Kau memutuskan untuk keluar dari aliansi, begitu?" ucap Baekjin.
Tanpa ragu, Seongje menjawab, "aku muak. Denganmu dan yang lainnya. Yang selalu merencanakan hal-hal licik dan membuat orang kesal."
Seketika, suasana di ruangan itu berubah menjadi tegang. Baekjin, yang tadinya terlihat santai, kini menatap Seongje dengan tatapan tajam. Namun bibirnya masih menyeringai.
"Aku juga sudah muak terus menjadi bawahanmu dan berada di aliansi" ekspresi wajah Seongje semakin kesal tiap dia mengungkapkan unek-uneknya.
"Dalam bisnis uang. Aku bukan anjingmu yang bisa kau permainkan."
Tiba-tiba, suara tawa menggema dalam ruangan itu. Na Baekjin menertawai Geum Seongje, seolah sedang menginjak-injaknya. Situasi itu membuat Seongje bingung juga geram.
"Geum Seongje, kau ini benar-benar. Kau boleh ngomong begitu kalau kau menolak uang yang kuberikan. Tapi kenyataannya kau sudah banyak menikmati uang-uang itu dan kau sekarang mau menjaga image?"
Baekjin bangkit dari tempatnya duduk. "Hidup itu nggak bisa di pilih dan dijalani sesuai kemauanmu itu kan? Kau yang kerjaanya cuman memukuli orang yang membuatmu kesal merasa pasti hasil aliansi itu hal yang pasti ya? Jadi kau nggak mau melakukam hal lain dan hanya ingin berbuat seenakmu saja."
"Dan sekarang kau pengen keluar dari aliansi? Dengan sikap seenak jidat begini. Bagaimana kalau kau coba hajar aku dan baru kau bersikap begitu lagi?" Baekjin memasang postur seakan dia siap untuk di hajar. Namun ekspresi yang dia tunjukan adalah campuran dari tatapan menantang dan meremehkan.
"Kalau nggak bisa....patuhlah saja seperti anjing."
Saat itu, Seongje tidak bisa lagi menahan diri atas penghinaan. Jadi dia memasang kepalan tanganya dengan baik, melangkah cepat ke arah Baekjin dan melayangkan tinjunya dengan pasti.
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
FanfictionRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
