⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-
000
Angin sepoi-sepoi bertiup, membawa serta aroma rumput dan debu. Langit siang itu berwanra biru cerah, menciptakan pemandangan yang indah. Seongje dan Wooyoung duduk di tepi atap, kaki mereka menjuntai ke bawah. Suasana hening, hanya suara angin dan burung-burung yang terdengar.
"Jadi," Wooyoung memecah keheningan, "kau bergabung dengan Aliansi Yeongdeungpo sejak SMP?"
Seongje mengangguk, mengalihkan pandangannya ke pemandangan di depan mereka. "Ya," jawabnya, suaranya datar.
Wooyoung terdiam sejenak, mencerna informasi itu. Ia tidak menyangka bahwa Seongje akan bergabung dengan kelompok berandal seperti itu.
"Kenapa?" tanya Wooyoung, suaranya penasaran. "Kenapa kau bergabung dengan mereka?"
Seongje menghela napas, menatap Wooyoung dengan tatapan serius. "Aku punya alasan sendiri," jawabnya, suaranya pelan.
Wooyoung mengangguk, mengerti. Ia tahu bahwa Seongje tidak akan memberitahunya apa pun jika ia tidak mau.
"Aku nggak akan menghakimimu," kata Wooyoung, suaranya santai. "Tapi, dari apa yang kulihat, Aliansi Yeongdeungpo itu berbahaya. Kau mungkin bisa membahayakan Seoyeon lebih jauh dari yang udah terjadi."
"Aku tahu," jawab Seongje, suaranya datar, namun ada kegelisahan yang terselip dalam nada bicaranya.
Wooyoung menatap Seongje dengan tatapan ragu. Ia tahu bahwa Seongje adalah petarung yang kuat, tetapi ia juga tahu bahwa Aliansi Yeongdeungpo memiliki banyak musuh.
"Kau yakin bisa melindungi Seoyeon dari mereka?" tanya Wooyoung, suaranya khawatir.
"Aku akan melakukan apa pun untuk melindunginya," kata Seongje, suaranya tegas. "Karena itu, aku akan berhenti."
Wooyoung menatap Seongje dengan tatapan terkejut. "Berhenti?" ulangnya, suaranya tidak percaya. "Kau akan berhenti dari Aliansi Yeongdeungpo?"
Seongje mengangguk, matanya menatap lurus ke depan. "Ya," jawabnya, suaranya mantap. "Aku akan berhenti. Aku tidak ingin membahayakan Seoyeon lagi."
Wooyoung terdiam sejenak, mencerna kata-kata Seongje. Ia merasa lega mendengar bahwa Seongje akan berhenti, tetapi ia juga merasa khawatir. Ia tahu bahwa keluar dari Aliansi Yeongdeungpo tidak akan mudah.
"Kau tahu, ini tidak akan mudah," kata Wooyoung, suaranya khawatir. "Mereka mungkin tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja."
Seongje mengangguk, mengerti. "Aku tahu," jawabnya, suaranya datar. "Tapi aku siap menghadapinya."
Wooyoung menatap Seongje dengan tatapan kagum. Ia tahu bahwa Seongje adalah orang yang kuat dan berani, dan ia yakin bahwa Seongje akan berhasil.
"Aku akan membantumu," kata Wooyoung, suaranya tegas. "Kita akan menghadapinya bersama-sama."
Seongje menoleh ke Wooyoung, tersenyum tipis. "Terima kasih," katanya, suaranya lembut. "Aku menghargainya."
Mereka berdua terdiam sejenak, menikmati kebersamaan mereka di atap. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak tantangan di masa depan, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka akan menghadapinya bersama-sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓
FanfictionRumor itu menyebar dan dalam sekejap, kehidupan tenang Geum Seoyeon mulai terusik. Weak Hero Class | Fanfiction Geum Seoyeon ft All Char WHC Alternative
