weak heroine - 67

614 109 0
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000


Hari pertarungan tiba dengan langit yang muram. Awan kelabu menggantung rendah di atas Eunjang High, seolah ikut merasakan ketegangan yang menyelimuti sekolah. Angin bertiup pelan, membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Di gerbang utama, barisan siswa Aliansi mulai terlihat. Jumlah mereka jauh lebih banyak dari perkiraan Eunjang. Di barisan depan, Na Baekjin berdiri tegak, aura dingin dan mengintimidasi terpancar dari dirinya. Di sampingnya, berdiri Hakho dengan ekspresi tegang namun penuh tekad. Jihoon dan para siswa inti Yuseon juga terlihat di barisan depan, wajah mereka menunjukkan kesiapan untuk bertempur. Pasukan Ganghak dan Hyungshin.

Di pihak Eunjang, Humin, Gayool, Hyuntak, Teo, Juyang, dan Suho berdiri paling depan, di belakang mereka berjajar siswa-siswa Eunjang yang meskipun jumlahnya lebih sedikit, namun semangat mereka membara.

Wooyoung dan Seongje berdiri di barisan belakang, siap bergerak sesuai rencana.

Keheningan sesaat menyelimuti kedua belah pihak, hanya suara angin yang sesekali berhembus yang terdengar. Tatapan mata antara kedua pemimpin, Humin dan Baekjin, bertemu. Ada ketegangan yang tak terucapkan di antara mereka.

Tiba-tiba, rintik hujan mulai turun. Awalnya hanya beberapa tetes, namun semakin lama semakin deras. Air membasahi wajah dan pakaian para siswa, membuat suasana semakin dingin dan mencekam.

Na Baekjin melangkah maju, suaranya lantang memecah keheningan. "Eunjang. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menyerah."

Humin membalas tatapan Baekjin dengan mata penuh tekad. "Kami tidak akan menyerah. Kami akan mempertahankan sekolah kami."

Baekjin tersenyum sinis. "Kalau begitu, jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi." Ia memberi isyarat dengan tangannya.

Seketika, barisan siswa Aliansi mulai bergerak maju. Teriakan dan pekikan perang menggema di tengah derasnya hujan. Pertarungan antara Eunjang dan Aliansi pun tak terhindarkan.

Humin, Gayol dan Hyuntak langsung bergerak maju, menghadang barisan depan Aliansi. Pukulan dan tendangan saling berbalas di tengah guyuran hujan. Tanah di bawah kaki mereka mulai becek dan berlumpur.

Di belakang mereka, siswa-siswa Eunjang juga terlibat dalam pertempuran sengit. Jebakan-jebakan yang telah mereka siapkan mulai berfungsi, memperlambat gerak maju Aliansi. Namun, jumlah musuh yang terlalu banyak membuat mereka kewalahan.

Wooyoung dan Seongje bergerak cepat, membantu siswa-siswa Eunjang yang mulai terdesak. Kekuatan dan pengalaman mereka sangat berarti dalam situasi genting ini.

Seoyeon bertarung dengan sengit melawan beberapa anggota Aliansi. Pikirannya tetap fokus meskipun hujan terus mengguyur wajahnya. Ia berusaha mencari celah dalam pertahanan musuh, sambil tetap waspada terhadap gerakan Na Baekjin.

Di tengah kekacauan pertempuran, mata Seoyeon mencari posisi teman-temannya.

Humin melawan Hakho. Wooyoung mengambil alih Sehan, Teo melawan Grape, sementara Seongje memilih untuk adu kekuatan dengan Jihoon. Dan yang lain memilih lawan mereka sendiri.

Pertarungan sengit terus berlanjut di bawah langit kelabu dan derasnya hujan. Kedua belah pihak bertarung dengan sekuat tenaga, mempertahankan keyakinan dan tujuan masing-masing. Masa depan Eunjang dan Aliansi akan ditentukan di hari yang kelam ini.

Hujan semakin deras, membasahi segalanya dan membuat arena pertarungan semakin sulit dipijak. Namun, semangat kedua belah pihak tidak surut. Eunjang bertarung dengan gigih, sementara Aliansi berusaha menaklukkan wilayah baru di bawah kepemimpinan Na Baekjin.

Seoyeon bergerak lincah di tengah kerumunan, menghindari pukulan dan melayangkan serangan balik dengan cepat dan akurat. Kekuatan dan kelincahannya membuatnya menjadi lawan yang sulit dihadapi. Di sampingnya, Juyang bertarung dengan gaya bertarung yang penuh tekanan namun mematikan, memanfaatkan setiap celah dalam pertahanan musuh. Suho, dengan tubuhnya yang tegap, menjadi tembok pelindung, menahan serangan dan melancarkan pukulan keras yang mampu merobohkan lawan.

Gayool dan Hyuntak bekerja sama dengan efektif di baris depan Eunjang. Pemahaman taktis membantu mereka memprediksi gerakan musuh dan melindungi siswa-siswa yang lebih lemah.

Kehadiran Seongje, yang awalnya mengejutkan banyak siswa Eunjang, kini menjadi sumber kekuatan dan harapan baru.

Namun, jumlah anggota Aliansi yang lebih banyak mulai memberikan tekanan pada Eunjang. Beberapa siswa Eunjang mulai terdesak dan terluka. Jebakan-jebakan yang telah mereka siapkan memang efektif untuk memperlambat musuh, namun tidak cukup untuk menghentikan gelombang serangan yang terus menerjang.

Seoyeon menyadari bahwa mereka tidak bisa terus bertahan seperti ini. Mereka membutuhkan strategi yang lebih agresif untuk membalikkan keadaan. Matanya mencari sosok Na Baekjin di tengah kerumunan. Ketua Aliansi itu tampak bertarung dengan tenang, tidak siapa pun sanggup menumbangkannya.

Seoyeon mengertakkan gigi. Mereka harus bertindak cepat. Ia melihat Wooyoung dan Seongje sedang berusaha menahan gempuran di lini belakang. Ia harus menciptakan celah agar mereka bisa melakukan serangan balik.

"Suho, ikut aku!" seru Seoyeon, berlari menerobos barisan musuh menuju ke arah Na Baekjin.

Mereka berdua bergerak cepat dan terkoordinasi, menerobos kepungan anggota Aliansi. Beberapa musuh mencoba menghadang mereka, namun dengan kekuatan gabungan, mereka berhasil melewatinya.

Na Baekjin tampak terkejut melihat Seoyeon dan seseorang yang tidak dia kenal berhasil mendekatinya. Ia memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan mereka, namun Seoyeon, dan Suho bergerak terlalu cepat.

"Baekjin!" teriak Seoyeon, tepat di hadapan ketua Aliansi itu. "Hentikan semua ini!"

Baekjin menatap Seoyeon dengan tatapan dingin di tengah derasnya hujan. "Kau pikir aku akan mendengarkanmu?"

Sebelum Baekjin sempat melakukan gerakan apa pun, Seongje tiba-tiba muncul dari belakangnya, sebuah pukulan keras menghantam punggung ketua Aliansi itu. Baekjin terhuyung ke depan, terkejut dengan serangan mendadak tersebut.

"Seongje!" seru Jaekyung dari arah barisan Ganghak, tampak marah dan tidak mengerti dengan tindakan mantan pemimpinnya.

Seongje menatap Jaekyung dengan tatapan malas. "Aku bukan lagi bagian dari Aliansi."

Kejadian itu menciptakan kebingungan di antara anggota Aliansi. Mereka tidak menyangka Seongje akan berbalik melawan mereka.

Seoyeon memanfaatkan momen kebingungan itu. Dengan bantuan Suho, mereka berusaha mendesak Na Baekjin. Pertempuran di bawah hujan semakin intens, dengan sekutu dan musuh yang sulit dibedakan dalam kekacauan yang terjadi. Masa depan Eunjang dan Aliansi kini bergantung pada hasil pertarungan di tengah badai ini.

To Be Continued

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang