weak heroine - 70

844 110 1
                                        

⚠️Warning⚠️
Kata-kata kasar dan tidak beradab
bertebaran, dimohon untuk tidak
meniru. Sekian-

000


Beberapa hari setelah pertempuran usai, suasana di basecamp Eunjang kembali normal, meskipun bekas-bekas pertempuran masih terlihat membekas.

Seoyeon berkumpul dengan teman-teman terdekatnya: Sieun, Humin, Gayool, Hyuntak, Juyang, Juntae, Teo, Heekyung dan juga Suho.

Mereka duduk melingkar di tengah ruangan, berbagi cerita dan tawa setelah melewati masa-masa sulit. Obrolan mengalir begitu saja, dari kekhawatiran selama pertempuran hingga harapan untuk masa depan yang lebih damai. Ada kelegaan yang jelas terasa di antara mereka, seolah beban berat telah terangkat dari pundak masing-masing.

Tiba-tiba, Juntae, yang sedang sibuk memainkan ponselnya, menyeletuk "hei ada yang aneh dengan shuttle patch."

Semua mata tertuju padanya. "Shuttle patch kenapa?" tanya Hyuntak penasaran.

"Hilang," jawab Juntae singkat. "Benar-benar hilang. Tidak bisa diakses, semua postingan dan penggunanya lenyap begitu saja."

Keheningan menyelimuti ruangan. Shuttle patch adalah bagian penting dari kehidupan sosial dan informasi di kalangan siswa SMA. Kehilangannya terasa seperti hilangnya sebuah perpustakaan rahasia dan forum diskusi anonim.

"Hilang bagaimana maksudmu?" tanya Juyang tidak percaya. "Apa mungkin ada maintenance atau down sementara?"

Juntae menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin. Ini seperti dihapus secara permanen. Tidak ada jejaknya sama sekali."

Semua orang tampak bingung dan bertanya-tanya. Shuttle patch adalah platform yang besar dan memiliki banyak pengguna. Menghapusnya begitu saja pasti membutuhkan alasan yang sangat kuat.

Seoyeon terdiam, mendengarkan percakapan teman-temannya. Hanya ia yang tahu alasan sebenarnya di balik hilangnya shuttle patch. Setelah pertemuannya dengan Na Baekjin, ia menyadari bahwa platform anonim itu sering kali menjadi sumber utama provokasi, penyebaran rumor, dan permusuhan antar sekolah. Dalam upaya untuk benar-benar mengakhiri era aliansi dan kekerasan, menghilangkan shuttle patch adalah langkah drastis namun perlu.

Melihat kebingungan di wajah teman-temannya, Seoyeon akhirnya angkat bicara. "Bukannya bagus? Nggak ada lagi rangking yang bikin orang-orang obsesi berantem."


Reaksi teman-temannya beragam. Ada yang terkejut, ada yang tidak mengerti, dan ada pula yang tampak mulai memahami alasannya.


"Tempat di mana rumor disebarkan, tantangan dilayangkan, dan kebencian dipupuk secara anonim. Jika kita benar-benar ingin mengakhiri era aliansi dan memulai lembaran baru, kita harus menghilangkan medium yang selama ini memperkeruh suasana."

Sejenak, tidak ada yang berbicara. Mereka semua merenungkan kata-kata Seoyeon. Perlahan, beberapa dari mereka mulai mengangguk setuju. Mereka menyadari betapa besar peran shuttle patch dalam memicu konflik antar sekolah selama ini.

Sieun, yang sejak tadi banyak diam, akhirnya angkat bicara. "Itu langkah yang berani, tapi mungkin memang perlu."

Gayool juga mengangguk setuju. "Aku akui, banyak masalah yang berawal dari sana."

Dengan hilangnya shuttle patch, sebuah era digital yang penuh dengan intrik dan permusuhan antar sekolah perlahan mulai berakhir. Bersamaan dengan bubarnya Aliansi, Seoyeon dan teman-temannya berharap ini adalah awal dari masa damai dan persahabatan yang baru. Meskipun masa depan masih belum pasti, mereka semua sepakat bahwa perubahan besar telah terjadi, dan mereka akan menghadapinya bersama-sama.

Setelah pengumuman Juntae tentang hilangnya shuttle patch, suasana di basecamp Eunjang terasa berbeda. Ada rasa kehilangan akan platform informasi anonim itu, namun juga ada harapan akan era baru yang lebih damai. Diskusi tentang masa depan menggantikan obrolan tentang potensi konflik antar sekolah.

Heekyung menyatakan dukungan penuh.


Beberapa minggu berlalu dengan cepat. Kehidupan di Yeongdeungpo tidak terlalu banyak berubah. Masih banyak berandalan dan preman yang menganggu. Memang, tidak mungkin membuat situasi menjadi sepenuhnya positif, tapi setidaknya mereka sudah berusaha, dan tidak ada lagi ketegangan yang konstan atau kekhawatiran akan serangan mendadak atau konfrontasi yang terlalu besar.

Na Baekjin dan sisa-sisa Aliansi menarik diri dari sorotan. Seokhyeon, yang kini menjadi semacam juru bicara kelompok mereka, menyampaikan permintaan maaf atas kekacauan yang terjadi dan berjanji untuk tidak lagi terlibat dalam konflik antar sekolah. Era kekuasaan Na Baekjin telah berakhir, dan ia memilih untuk mundur dalam diam.


Suatu sore, Seoyeon berdiri di dekat jendela lantai tiga Hero Academy  bersama Sieun. Mereka menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah, mewarnai langit dengan gradasi warna jingga dan ungu.

"Kau tahu," kata Seoyeon sambil tersenyum, "aku tidak pernah menyangka kita akan sampai sejauh ini."

Sieun mengangguk. "Banyak hal yang terjadi di luar dugaan kita."

"Tapi kita berhasil melewatinya," timpal Sieun dengan nada bangga.

Seoyeon mengangguk setuju sambil terus menikmati pemandangan.

Sieun menatap Seoyeon. Mereka telah melalui banyak hal bersama, dan ikatan persahabatan mereka telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

"Ini baru awal," kata Seoyeon dengan senyum tulus. "Kita masih punya banyak hal untuk dihadapi, tapi aku yakin kita bisa melakukannya bersama-sama. Dengan yang lain juga."

menatap Noryangjin yang dipenuhi hirak pikuk sore hari, mereka tetap pada posisi yang sama, menikmati kebersamaan dan merenungkan masa depan yang terbentang di hadapan mereka.

Era aliansi telah berakhir, shuttle patch telah tiada, dan lembaran baru dalam kehidupan sekolah mereka baru saja dimulai. Dengan persahabatan, keberanian, dan harapan, mereka siap menulis kisah mereka sendiri.


To Be Continued

ᴡʜᴄ: ᴡᴇᴀᴋ ʜᴇʀᴏɪɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang