Apa yang kamu pikirkan setiap baru membuka mata?
Tentang rencana hari ini?
Tentang mimpi yang ingin dicari?
Atau justru duka malam tadi?
Ini kisah acak tentang pikiran-pikiran yang muncul ketika menyesap teh, menghidu aroma kopi, menatap tetes huja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hidupku selalu penuh kegagalan. Setiap langkah yang kuambil berusung nestapa, setiap harapan yang kubangun runtuh sebelum sempat kugenggam. Aku mencoba, berkali-kali, tapi bahagia seolah enggan menghampiri.
Lelah.
Aku menatap meja kerja yang berantakan—penuh kertas-kertas CV, coretan desain juga jurnal rencana, bukti dari mimpi-mimpi yang tak pernah terwujud.
Namun, di antara semua kekusutan tinta yang tercoret, tampak selembar kertas putih bersih. Aku mengambilnya, merasakan teksturnya di ujung jemariku. Kosong, sama sepertiku, tapi juga penuh kemungkinan yang belum kutahu.
Aku mulai menulis, meski gemetar.
Tentang semua ketakutan yang merantai diri.
Kata demi kata mengalir dan kini bukan hanya tentang kesedihan, tapi tentang harapan yang masih tersisa. Aku menuliskan semua yang pernah kupikirkan—tentang mimpiku yang dulu kubuang, tentang hari-hari gelap yang hampir menelanku, tentang betapa aku ingin percaya bahwa aku masih bisa berubah.
Semakin banyak yang kutuliskan, semakin ringan rasanya. Aku mulai melihat sesuatu yang selama ini kulewatkan: bahwa aku masih ada, masih bernapas, dan masih bisa memilih.
Kata terakhir tertulis, dan aku menghela napas panjang. Tidak ada lagi kebencian pada diri, tidak ada lagi beban yang menyesakkan dada.
Aku menatap kertas itu, saksi bahwa aku tidak menyerah, bahwa aku memilih untuk tetap hidup. Dengan selembar kertas di tangan, aku berhasil mengakhirinya.
❤️❤️❤️
Mbuh wkakaka. Kalau weekend nggak bisa fokus nulis 😭