2026 - DWC - 1 - Malam Kuterjaga

15 4 0
                                        

💜 DAY 1

Buat cerita dengan kalimat pertama “Malam ini aku dibangunkan oleh …”

Malam ini aku dibangunkan oleh ketukan air hujan yang jatuh menghantam genting kamarku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Malam ini aku dibangunkan oleh ketukan air hujan yang jatuh menghantam genting kamarku. Untungnya bukan suara keras menggelegar dari guntur yang menyambar ketakutan.

Aku bisa merasakan simfoni alam yang perlahan menyusup ke dalam alam bawah sadar, menarikku keluar dari lelap yang tebal dan mengunci. Saat membuka mata, kegelapan masih menyelimuti didampingi cahaya remang lampu jalan yang menembus celah gorden tipis, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding seolah mengundang kisah tersendiri.

Aku tidak segera bangkit dari tempat tidur. Tubuhku terasa berat, seolah gravitasi bumi sedang menarikku lebih kuat dari biasanya, menahan agar aku tetap berada di atas kasur yang empuk.

Tarikan napas panjang membuat paru-paruku mengembang sempurna.  Biasanya, aku akan merasa kesal dan terganggu jika terbangun tengah malam selain urusan kamar mandi. Aku akan menggerutu karena suara berisik bergaung saat aku membutuhkan istirahat penuh untuk besok hari yang sibuk. Aku harus memikirkan jadwal, tenggat waktu, dan tumpukan tanggung jawab yang menggunung. Namun, malam ini, kemarahan itu tidak datang menghampiri. Yang ada hanyalah keheningan yang aneh di tengah kebisingan hujan yang semakin menggila.

Udara terasa lembap dan dingin, membawa aroma tanah basah, aroma petrikor yang menenangkan jiwa. Begitu ringan. Begitu ... Melenakan.

Tiba-tiba, aku menyadari betapa jarang aku benar-benar berhenti untuk sekadar bernapas. Hidupku selama ini berlari seperti kereta ekspres tanpa stasiun pemberhentian. Aku mengejar pencapaian terapi, mengejar pelajaran, mengejar masa depan anak-anakku yang belum pasti, hingga lupa menikmati masa kini yang sedang berlangsung di depan mata. Aku seperti sungai yang mengalir terlalu deras, mengikis tepian sendiri tanpa sadar bahwa air butuh wadah untuk bermuara dengan tenang.

Hujan di luar sana tidak pernah terburu-buru untuk sampai ke tanah. Ia jatuh karena gravitasi, mengikuti alur yang sudah ditetapkan Tuhan. Ia tidak memaksa tanah untuk menyerapnya cepat-cepat. Ia hanya menunggu dengan sabar.

Mungkin itulah yang aku lupakan. Bahwa dalam hidup, kita tidak selalu harus mengendalikan segala sesuatu dengan sekuat tenaga. Ada saatnya kita harus menjadi seperti hujan: jatuh, membasahi, dan kemudian menguap tanpa meninggalkan beban yang berat di pundak.

Aku memejamkan mata lagi, merasakan setiap detail suara air hujan. Aku mendengarkan setiap tetes air sebagai pengingat bahwa waktu terus berjalan, tetapi tidak harus selalu dikejar dengan napas tersengal.

Kita bisa berjalan bersamanya dengan langkah yang lebih santai. Istirahat adalah kebutuhan mutlak agar jiwa tidak retak menahan beban ekspektasi yang kerap kali banyak beranak-pinak.

Perlahan, suara hujan mulai mereda menjadi gerimis, lalu hanya tinggal suara angin yang berdesir lembut. Aku menarik selimut kembali, menutupi tubuh yang kini terasa lebih ringan dari sebelumnya.

Malam ini, hujan tidak hanya membasahi tanah di luar, tetapi juga menyiramkan kesadaran pada hati yang kering kerontang.

Allah menciptakan alam yang sering menjadi pengingat kita untuk kembali menjadi manusia yang utuh, yang tahu kapan harus berlari dan kapan harus sekadar duduk mendengarkan hujan.

Esok hari, mungkin dunia akan kembali menuntutku untuk berlari kencang. Namun, aku akan membawa serta ritme hujan ini dalam setiap langkah. Aku akan menyisipkan jeda di antara kesibukan yang menumpuk. Aku butuh berhenti sebelum kembali berdiri dan berlari.

Malam ini, aku bersyukur dibangunkan oleh hujan. Karena hanya dalam gelap dan dinginnya malam, aku menemukan hangatnya sebuah pemahaman.

 Karena hanya dalam gelap dan dinginnya malam, aku menemukan hangatnya sebuah pemahaman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

010426

Si Bungsu naik lagi suhu badannya. Kepalaku pusing 😭😭😭

Mohon doanya segera lekas sembuh. Capek banget dia bolbal sakit.

Bertunas Setiap HariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang