Apa yang kamu pikirkan setiap baru membuka mata?
Tentang rencana hari ini?
Tentang mimpi yang ingin dicari?
Atau justru duka malam tadi?
Ini kisah acak tentang pikiran-pikiran yang muncul ketika menyesap teh, menghidu aroma kopi, menatap tetes huja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suamiku pergi ke luar kota pagi ini. Menengok mertua bersama Kakak Iper Pertama. Kami memang tidak pernah merayakan Valentine, jadi tidak ada yang perlu disesali.
Setelah sepagian mencoba memesan gojek yang sampai 8x di-cancel, akhirnya aku memutuskan untuk tidak jadi ke rumah sakit.
Kulihat status di Facebook penuh dengan kegembiraan mereka yang berhasil pull karakter LADS di early pity. Aku hanya tersenyum, ikut memberi emoji hati di beberapa pesan, lalu kembali mengurus naskah yang akan kukirim ke redaksi.
Suamiku menelepon ketika tiba di kantor. "Nanti mau dibawain apa?" tanyanya.
"Apa aja," jawabku.
Dia tertawa kecil. "Oke, nanti aku belikan kerupuk melarat kalau lewat. Nggak ada hubungannya sama Valentine, ya."
Aku ikut tertawa. "Iya. Kan kita nggak ngerayain."
Setelah menutup telepon, aku menyadari sesuatu. Kami mungkin tidak merayakan hari ini dengan cara yang istimewa, tapi itu tidak berarti tidak ada kasih sayang di antara kami.
Dan mungkin, itu sudah lebih dari cukup.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
14 Feb 25
Tapi istrimu main event kolab pas Valentine. WKAKAKAKAKA
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.