DWC - 1 - Aku Tidak Percaya Kalau

39 9 6
                                        

⚠️⚠️ 21 +⚠️⚠️

⛔⛔⛔

⛔⛔⛔

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
.
.
.
.

Aku tidak percaya kalau kau berani bercinta dengan wanita lain di ranjang yang kubeli.

Aku tidak percaya kalau kau berani memakai hasil keringatku untuk membelikan pelacur itu tas yang kuimpikan sejak dulu. Tas yang katamu terlalu mahal untuk kubeli dengan dalih memikirkan biaya sekolah anak-anak.

Aku tidak percaya kalau kau berani memperkenalkan dia sebagai pembantu terbaik untuk rumah kita. Yang jago masak, yang jago bebersih, tapi kau lupa menjelaskan dia juga jago berdansa di atas tubuhmu!

Aku tidak percaya kalau kau nekat mengusir pelacur itu tanpa ragu. Padahal dulu kalian berzina tanpa malu!

Aku tidak percaya kalau kau tak tahu malu berkata agar aku membatalkan gugatan cerai demi anak-anak kita. Dua remaja yang harusnya merasakan kasih sayang utuh kedua orang tua!

Aku tidak percaya kau nekat secara tersirat mengatakan bahwa aku egois kalau sampai memaksa untuk berpisah.

Aku tidak percaya kau dengan entengnya berkata agar aku bertahan demi masa depan anak-anak. Masa depan yang sudah kau hancurkan tanpa pikir panjang hanya demi syahwat sepuluh menitmu itu!

Aku tidak percaya kalau kini kau bersimpuh dan mencium kakiku. Berharap agar aku tetap membiayai hidup tak bergunamu itu. Semua jerih payahku membanting tulang, hanya untuk menafkahi lelaki yang menusukku dari belakang.

Aku tidak percaya kalau kini kau bahkan bisa secara halus menyalahkanku selalu sibuk bekerja hingga tak ada waktu untuk memperhatikannya. Memangnya siapa yang membuat diriku harus bekerja siang-malam agar kedua anak kita bisa bersekolah?

Maaf, sudah lebih dari sekali kalian bercinta.

Aku tidak percaya kalau kau sekadar khilaf belaka.

Biar anak-anak, aku yang menjaga. Aku tak ingin mereka tahu kalau ayah mereka harusnya dipendam ke dalam tanah sampai leher dan dilempari batu hingga tak bernyawa.

Selamat tinggal.

Kau boleh menemui anak-anakmu, tapi aku tidak akan mau kembali di sisimu.

Kau boleh menemui anak-anakmu, tapi aku tidak akan mau kembali di sisimu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

1 Februari 25

Terinspirasi dari curhatan orang di Thread.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bertunas Setiap HariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang