Apa yang kamu pikirkan setiap baru membuka mata?
Tentang rencana hari ini?
Tentang mimpi yang ingin dicari?
Atau justru duka malam tadi?
Ini kisah acak tentang pikiran-pikiran yang muncul ketika menyesap teh, menghidu aroma kopi, menatap tetes huja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku masih merasakan pedih ketika duduk di kursi konser. Air mata keperakan masih jatuh sesekali yang diam-diam kubasuh tergesa. Kegagalan demi kegagalan terus menyeretku jatuh. Aku ingin berteriak melepas semua sesak. Bernyanyi sepuasnya di konser malam ini bersama penghuni dimensi Kanika Ra lain yang berbahagia.
Bukankah kebahagiaan itu menular?
Kuikat sayap kuartetku agar tidak mengganggu sepanjang konser. Namun, rasanya semakin mengikat.
Semakin pedih.
Semakin membuatku tak bisa bernapas.
Di panggung, beberapa sosok aneh naik. Wajahnya terlihat tak biasa. Aku menarik napas. Makhluk dari planet mana mereka?
Makhluk dengan halo emas di kepala dan entah siapa nama yang disebutkan. Cantik ... dan terasa megah.
Break free, we chased our dream.....
Lirik yang mereka nyanyikan bisa kupahami. Rasanya menusuk sampai ke hati.
Apa aku masih berhak bermimpi?
Apa aku masih boleh berjuang?
Beneath the starry night
In the face of God, we rose as one.
Kulihat sekelilingku bersorak. Aku menarik napas bersamaan dengan tetes air mata yang lagi-lagi jatuh membentuk kristal-kristal bergemelutuk ke lantai konser.
Aku mendongak melihat langit gelap berbintang. Mungkin memang masih ada harapan.
Mungkin.
Biarkan mereka bersorak menutupi tangis yang kutumpahkan diam-diam malam ini.