Apa yang kamu pikirkan setiap baru membuka mata?
Tentang rencana hari ini?
Tentang mimpi yang ingin dicari?
Atau justru duka malam tadi?
Ini kisah acak tentang pikiran-pikiran yang muncul ketika menyesap teh, menghidu aroma kopi, menatap tetes huja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Orang lalu-lalang panik bukan kepalang Namun, aku cuma bisa terduduk diam Seolah tak pernah terlihat dan menghilang Pada kepanikan yang selalu menyergap setiap malam
Air laut yang biasa kucinta kini menjadi nestapa Menghancurkan semua yang kuncinta tanpa sisa Habis tak memberikan aku sedikit bahagia Tinggal sehelai baju yang menyelimuti tubuh terluka
Bagaimana aku bisa bertahan hidup tanpa orang tua Tanpa sanak saudara Tanpa ada yang membantu menopang semua derita? Aku hanya bisa duduk memandang horizon yang berantakan dan rata
Aku berusaha tak lagi menangis Meski hatiku terus terasa seperti diiris Akan tetapi, aku berusaha meyakinkan diri Jika ada Allah yang akan menemani hari-hari
Di sini, aku menyelesaikan doa Berharap agar Allah turunkan bantuan Agar semua air mata yang penuh duka Kembali bisa kembali menyunggingkan senyum seindah bulan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
11 Feb 24
Hari ini kita cooling down dulu ya, sebelum kalian nangis darah sama tema selanjutnya.
Buatlah cerita dengan setting pasca tsunami
COOLING DOWN DARI HONGKONG!!
Btw, duluuu ada sahabat pena namanya Teuku Purnawan dari Aceh. Rutin surat2an pake pos. Pas tsunami... langsung hilang jejak T___T Semoga dia sehat wal'afiat.