DWC - 11 - Harga Sebuah Tujuan

12 4 2
                                        

Buat cerita di mana seorang pahlawan ingin mengorbankan karaktermu demi menyelamatkan dunia

Buat cerita di mana seorang pahlawan ingin mengorbankan karaktermu demi menyelamatkan dunia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit dunia Lilliput berwarna merah darah pagi itu. Ada awan hitam beracun yang datang dari lautan. Racun yang bisa memusnahkan seluruh kerajaan kecil ini dalam hitungan jam. Aku melihat kepanikan di wajah-wajah mungil mereka. Teriakan-teriakan kecil terdengar seperti desiran angin di telingaku yang sekarang terlalu besar.

Para tetua Lilliput datang menghadapku. Dengan suara gemetar, mereka menjelaskan satu-satunya cara untuk menyelamatkan negeri mereka. Ada ritual kuno. Seorang raksasa harus mengorbankan nyawanya, menjadi perisai yang menyerap racun itu ke dalam tubuhnya. Hanya tubuh sebesar akulah yang mampu menampung racun sebanyak itu.

"Aku... aku harus mati?" tanyaku pelan, berusaha tidak membuat suaraku menggelegar.

Salah satu tetua mengangguk, air mata mengalir di pipinya yang mungil. "Kami tahu ini permintaan yang kejam. Namun, hanya kau yang bisa menyelamatkan kami."

Aku terdiam. Memandang langit yang semakin gelap. Racun itu semakin dekat.

Aku teringat perenunganku sendiri beberapa waktu terakhir. Menjadi besar adalah tentang tanggung jawab. Dan tanggung jawab terbesar adalah rela pergi demi mereka yang lebih kecil.

Aku teringat saat menjadi bunga bangkai. Aku belajar bahwa tidak perlu disukai semua orang. Cukup berarti bagi mereka yang memahami. 

Sekarang, aku belajar pelajaran yang lebih berat. Ada harga yang harus dibayar untuk semua tujuan. Tidak ada keselamatan yang gratis. Tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan.

"Aku setuju," kataku akhirnya.

Hari ini, harga itu adalah nyawaku.

Aku memandang langit sekali lagi. Racun itu semakin meresap ke dalam darahku. Pandanganku mulai kabur. Namun di kejauhan, aku melihat mereka. Rakyat Lilliput yang selamat. Mereka berdiri aman, memandangku dengan rasa terima kasih.

Tubuhku mulai kaku. Napasku semakin berat. Akan tetapi, aku bahagia karena aku tahu, pengorbanan ini tidak sia-sia.

Ada harga yang harus dibayar untuk semua tujuan dan aku membayarnya dengan ikhlas.

Selamat tinggal, dunia. Selamat tinggal, Lilliput. Jaga diri kalian baik-baik.Dan dengan senyum terakhir di bibir, aku menutup mata bersama gelap yang merengkuh

Dan dengan senyum terakhir di bibir, aku menutup mata bersama gelap yang merengkuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

110426

Trus kalau protag tewas, apa bisa dibuat cerita bersambunglagi? wakakak [tumbenan DWC bisa nyambung ceritanya]. Ahahaha

Bertunas Setiap HariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang