Apa yang kamu pikirkan setiap baru membuka mata?
Tentang rencana hari ini?
Tentang mimpi yang ingin dicari?
Atau justru duka malam tadi?
Ini kisah acak tentang pikiran-pikiran yang muncul ketika menyesap teh, menghidu aroma kopi, menatap tetes huja...
Buat karakter kalian terbangun menjadi sebuah bunga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku terbangun dengan sensasi yang sangat aneh. Aku berada di tengah hutan. Ke mana kasur? Ke mana kamarku? Ke mana kasurku?
Pandangan mataku terasa di atas normal, aku seolah menjulang tinggi, tegap dengan ada aroma busuk yang sangat menyengat terhidu nyata. Aku ingin memanggil ibu, tetapi tiada suara yang keluar. Aku berusaha meraih batang pohon di sisi, tetapi aku tidak bisa melihat tanganku sendiri.
Perlahan aku menyadari, aku bukan lagi manusia. Aku telah berubah menjadi bunga bangkai, Amorphophallus titanum. Bunga langka yang hanya mekar sepuluh tahun sekali. Bunga yang sama sekali tidak cantik dan beraroma wangi.
Refleks pertamaku adalah panik. Aku ingin berteriak, tapi bunga tidak bisa berteriak. Yang ada hanyalah batang tinggiku yang kukuh dan kelopak merah marun yang membungkus tongkol kuning kecokelatan. Aroma daging busuk yang kuhasilkan membuatku semakin membuatku ingin menangis.
Betapa Tuhan mengujiku dengan ujian di luar nalar. kenapa aku tidak menjadi melati yang dipuja? Atau mawar yang menjadi lambang cinta?
Mengapa aku harus menjadi bunga bangkai yang tumbuh terpencil di tengah hutan. Sendirian. Kesepian.
Tiba-tiba aku tersadar, semalam aku membentak ibu karena tidak mau membelikan iphone keluaran terbaru dengan alasan iphone-ku masih bagus.
Aku selalu haus akan pengakuan. Aku ingin dipuji, ingin diakui, ingin menjadi pusat perhatian. Aku mengukur harga diriku dari seberapa banyak orang yang menyukai aku. Lalu sekarang aku menjadi bunga yang terbuang di tengah hutan.Namun, di tengah keputusasaan itu, aku melihat sekelompok manusia datang mendekat. Mereka tidak menutup hidung karena jijik. Mata mereka justru berbinar penuh kekaguman. Ada yang membawa kamera profesional, ada yang mencatat data dengan serius. Mereka adalah peneliti dan pencinta alam. Bagi mereka, aromaku bukan bau busuk, melainkan tanda keajaiban yang dinanti. Kedatanganku yang sepuluh tahun sekali ini adalah peristiwa besar bagi mereka.
Aku tersentak. Selama ini aku merasa tidak berharga karena tidak disukai semua orang. Padahal, aku hanya perlu disukai oleh mereka yang benar-benar mengerti nilai keberadaanku. Aku tidak perlu menjadi mawar yang bisa tumbuh di mana saja dan disukai semua orang. Aku cukup menjadi Amorphophallus yang langka, yang dinanti oleh mereka yang paham.
Ini seperti hubunganku dengan Ibu. Dulu aku ingin disukai banyak teman, ingin populer, hingga mengabaikan Ibu yang selalu ada. Padahal, Ibu adalah orang yang menerima aku apa adanya, bahkan saat aku paling "berbau busuk" karena sikapku yang buruk. Ibu tidak pernah pergi. Ibu tetap menyiramku dengan kasih sayang, meski aku sering menyakitinya.
Aku sadar, menjadi versi terbaik diri itu cukup. Tidak perlu memaksakan diri menjadi orang lain hanya agar diterima oleh gerombolan yang salah. Cukup memiliki beberapa orang terdekat yang benar-benar memahami dan menerima diri kita yang terus berjuang bertumbuh menjadi lebih naik.
Mereka yang tetap bertahan saat kita sedang tidak wangi. Mereka yang melihat nilai dalam kejujuran jiwa kita.
Angin hutan berembus menenangkan jiwa yang tadinya bergejolak. Aku tidak lagi merasa sendirian. Aku punya peran. Aku punya nilai. Dan aku punya Ibu yang mungkin sedang mendoakanku di rumah.
Jika aku kembali menjadi manusia, aku tidak akan lagi mengejar validasi semu. Aku akan menjadi versi terbaik dari diriku sendiri, bukan versi yang diharapkan orang lain.
Aku mekar hari ini sebagai bentuk ujianku. Dan dalam keajaiban ini, aku menemukan kedamaian. Bahwa aku cukup. Bahwa aku berharga. Bahwa aku tidak perlu menjadi bunga lain untuk dicintai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
080426
Enak banget nulis ini sambil didampingi lagu HOOD OST-Study Group
Oh, aku nulis semua DWC TIDAK PAKE MIKIR dan TIDAK DIREVISI.
Jadi mohon maaf kalau kalimatnya ga cakep2 amat. Namun, pas baca prompt langsung kebayang kayak gini.