79. kebun binatang

2.7K 222 7
                                        

waktu cepat berlalu

Pagi itu, Nadira bangun dengan semangat yang berbeda. Ia sudah membayangkan serunya melihat hewan-hewan di zoo gajah besar, singa yang gagah, dan monyet yang lucu. seperti dimimpinya

Saat sarapan, Nadira menatap ayah dan bundanya dengan mata berbinar.

"Ayah, Bunda, adek boleh nggak diajak ke zoo hari ini?" tanyanya penuh harap.

 Rony, menggeleng pelan sambil mengusap dagunya. "Hmm adek, hari ini kan masih hari kerja, Ayah harus ke kantor dulu. hari minggu nanti aja ya ?"

Nadira menelan ludah, tapi ia tak mau menyerah begitu saja.

"Tapi Ayah, adek udah nggak sabar banget! Aku sudah belajar banyak tentang binatang di sekolah dan pengen lihat mereka langsung," kata Nadira dengan suara kecil yang mulai merengek.

Bundanya tersenyum lembut dan mencoba menenangkan, "Sayang, Ayah memang harus kerja hari ini, gimana kalau Bunda saja yang nemenin ke zoo  ?"

Nadira menggeleng pelan, wajahnya masih sedikit sedih.

Rony yang melihat itu akhirnya berkata, "Oke deh, kalau adek udah nggak sabar, Ayah usahakan pulang lebih cepat hari ini supaya kita bisa pergi ke zoo bersama. Tapi adek  harus janji sama ayah, tetap sabar sampai nanti sore, ya?"

Mata Nadira langsung bersinar lagi. "Janji, Ayah! Terima kasih! adek bakal jadi anak yang sabar."

 Nadira menunggu dengan penuh semangat, membayangkan semua hewan yang akan ia lihat dan cerita seru yang akan dibagikan bersama keluarganya di zoo.

Setelah Ayah bilang boleh pergi ke zoo sore nanti, Nadira langsung senyum lebar dan langsung lari ke kakaknya yang baru keluar dengan pakaian rapi ingin berangkat ke toko.

"Kak Nay! adek diajak Ayah dan Bunda ke kebun binatang,  Kakak ikut ya?" Nadira merengek sambil tarik tangan kakaknya ke meja makan.

 tak lama abang el juga menghampiri mereka dan duduk dimeja makan 

Abang El tersenyum sambil mengambil roti dari meja. "Wah, jadi hari ini pada mau ke kebun binatang, ya? Seru banget tuh!"

 Nay mengelus kepala Nadira yang tampak penuh semangat. "Adek heboh banget, ya. Tapi kayaknya Kakak nggak bisa ikut deh, harus bantu bantu di toko hari ini ."

Wajah Nadira langsung meredup. "Yah, Kakak nggak ikut?" tanyanya dengan nada kecewa.

Abang El buru-buru menimpali, "Tapi kalau sore tokonya nggak ramai, mungkin Kakak bisa nyusul. Gimana, Nay?"

 Nay mengangguk pelan, "Iya, kita lihat nanti ya, Dek. Kalau Kakak bisa, Kakak pasti nyusul."

Nadira mengangguk pelan, mencoba tersenyum lagi. "Oke deh, tapi Kakak harus janji ya!"

 Nay tertawa kecil. "Janji deh! Tapi adek juga harus janji ya, jangan rewel nungguin Ayah pulang."

" janji!" seru Nadira sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

Abang El ikut mengacungkan jari juga. "Yuk, pinky promise bertiga. Biar seru!"

Mereka pun saling mengaitkan jari kelingking sambil tertawa bersama. Suasana pagi itu jadi penuh kehangatan, meskipun rencana ke kebun binatang masih harus menunggu sore hari. Nadira pun kembali duduk, membayangkan dirinya memberi makan jerapah dan melihat harimau tidur di bawah pohon.

Bundanya tersenyum melihat anak-anaknya akur. "Ayo sarapan dulu yang banyak, biar nanti pas di kebun binatang nggak cepat capek."

"Siap, Bunda!" jawab Nadira semangat, lalu mulai menghabiskan roti di piringnya.

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang