Matahari baru naik setengah, cahaya keemasan menyelinap lewat celah gorden ruang makan. Aroma kopi hitam dan roti bakar tercium sampai ke lantai dua. Salma, masih dengan daster motif bunga, berdiri di dapur sambil menata bekal Nadira. Rony duduk di meja makan, kemeja biru lautnya sudah rapi, dasi terikat sempurna, tapi wajahnya masih fokus memperhatikan istrinya.
"Sayang, itu bekalnya jangan kebanyakan sausnya. Nadira kalau makan di sekolah suka belepotan," ucap Rony sambil menyeruput kopi.
Salma menoleh dan nyengir. "Emangnya kamu pikir aku gak tahu anak kita sendiri, Mas? Ini aja udah aku atur porsinya."
Rony pura-pura mengangguk serius. "Iya, iya... cuma ngecek. Soalnya bundanya ini kadang suka kelewat semangat."
"Semangat nyenengin anaknya salah, ya?" jawab Salma sambil menaikkan alis, pura-pura marah.
Rony berdiri, berjalan ke arahnya, lalu mencium pipinya sekilas. "Salahnya cuma satu... bikin aku makin susah berangkat kantor."
Salma terkekeh sambil mendorong dadanya. "Udah sana, nanti telat. Nanti aku malah dibilang nyebabin bos besar telat kerja."
Sementara itu, Nadira berlari kecil dari tangga sambil membawa tas sekolahnya. "Ayah! Ayah antar adek, ya?"
Rony jongkok, mengelus rambut Nadira. "Ayah gak bisa, Sayang. Ayah harus langsung ke kantor. Nanti Bunda yang antar."
"Yah..." Nadira manyun, tapi akhirnya mengangguk.
Beberapa menit kemudian, Rony pamit. Sebelum keluar pintu, dia memeluk Salma erat dan mencium keningnya. "Jaga diri. Jangan terlalu capek. Dan... jangan makan pedes sendirian," ucapnya sambil menatap dalam, membuat Salma refleks cengengesan.
"Iya, Mas...hati-hati ya kabarin kalau udah sampe kantor."
"iya sayang " jawabnya lalu mengecup bibir salma
Setelah Rony berangkat, Salma langsung bergegas mengambil tas Nadira yang sudah terisi bekal. Dia menggandeng tangan putri bungsunya itu menuju mobil.
"adek, hari ini mau main sama siapa di sekolah?" tanya Salma sambil membantu Nadira masuk ke kursi belakang.
"Hmm... sama lia! Dia bawa boneka kelinci baru katanya," jawab Nadira antusias sambil memasang sabuk pengaman.
Salma nyengir. "Wih, jangan-jangan nanti bonekanya diajak makan bareng, ya?"
Nadira tertawa kecil. "Enggak dong, Bun. Kan boneka nggak bisa makan."
Perjalanan ke sekolah diiringi musik anak-anak yang Nadira pilih sendiri. Setibanya di gerbang, Salma menunduk memberi kecupan cepat di pipi Nadira.
"Belajar yang rajin, jangan lari-lari di kelas, dan jangan lupa makan bekalnya habis."
"Iya, Bunda," jawab Nadira sambil melambai sebelum berlari masuk.
Salma tersenyum, lalu kembali masuk ke mobil. Alih-alih langsung pulang, dia memutar setir menuju toko kue miliknya yang hanya berjarak sepuluh menit dari sekolah.
Begitu masuk, aroma butter dan vanila langsung menyambutnya.
"Bunda bos besar datang!" sapa karyawannya sambil bercanda.
Salma tertawa. "Bos besar apaan. Aku cuma mampir, mau cek barang sama laporan aja. Lagi rame nggak?"
"Lumayan, mbk. Tadi pagi ada pesanan cupcake untuk ulang tahun anak SD, terus ada orderan kue tart tiga tingkat untuk minggu depan."
"Baguslah," Salma membuka buku laporan keuangan harian di meja kasir. "Oh iya, bahan baku udah aman semua?"
"Sudah, mbk. Cuma stok keju cheddar agak menipis."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
