Perjalanan ke rumah Uti dan Akung tidak terlalu lama.
Mobil yang dikendarai Rony melaju pelan melewati jalan-jalan yang pagi itu masih terasa sejuk. Beberapa rumah sudah terlihat ramai. Ada yang baru pulang dari masjid, ada juga yang mulai menerima tamu.
Di kursi belakang, Nadira duduk di tengah sambil melihat keluar jendela. Tiba-tiba ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.
"Bunda..."
Salma menoleh. "Iya?"
"Sudah dekat belum?"
El langsung tertawa kecil dari kursinya. "Dek... baru lima menit."
Nadira menghela napas panjang. "Lama..."
Nay menepuk pelan pundaknya. "Sebentar lagi kok."
Beberapa menit kemudian mobil mulai masuk ke jalan yang lebih besar dengan deretan rumah-rumah lama yang berdiri megah.
Nadira langsung duduk lebih tegak. Matanya melebar. "Itu! Itu rumah uti? Ia menunjuk ke depan.
Rony yang sedang menyetir tersenyum kecil. "Iya."
Mobil bahkan belum benar-benar berhenti ketika Nadira sudah menurunkan kaca jendelanya.
Lalu tiba-tiba.. "UTIIIIIIII!"
Suara kecilnya menggema di halaman besar rumah itu. "AKUUUUNG!"
El langsung menutup wajahnya dengan tangan. "Aduh..."
Nay tertawa. "Belum berhenti itu mobil."
Salma menggeleng sambil menahan tawa. "Ya Allah..."
Di dalam rumah besar itu, suara Nadira memang terdengar jelas. Pintu depan langsung terbuka.
Seorang perempuan paruh baya dengan senyum hangat muncul di teras.
Uti... Di belakangnya menyusul seorang pria tua dengan langkah santai... Akung.
Begitu melihat Nadira yang masih berteriak dari dalam mobil, Uti langsung menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.
"Ya Allah..." Ia menoleh ke Akung. "Heboh banget."
Akung ikut tersenyum sambil mengangguk pelan. "Seperti biasa..."
Ia menatap ke arah mobil. "Cucu paling kecil itu."
Mobil akhirnya benar-benar berhenti di halaman rumah. Belum sempat Rony mematikan mesin... Klik!
Pintu belakang langsung terbuka. Nadira sudah turun. "AKUUUUNG!"
Akung yang melihat langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya. "Nadira sini..."
Nadira langsung berlari kecil secepat yang ia bisa. Kakinya hampir terpeleset sedikit karena terlalu semangat lalu
Hup!
Ia langsung masuk ke pelukan Akung. "Akung!"
Akung tertawa kecil sambil memeluk cucunya erat. "Iya... iya..."
Ia mengusap punggung Nadira pelan. "Kangen ya?"
Nadira mengangguk cepat dalam pelukan itu. "Iya!"
Beberapa detik mereka tetap begitu lalu Nadira melepaskan pelukan itu dan berdiri tegak di depan mereka.
Wajahnya tiba-tiba berubah serius. Ia menatap Uti dan Akung bergantian lalu berkata dengan suara kecil tapi jelas.
"Minal aidzin wal faidzin ya Uti... Akung..."
Uti langsung tersenyum sangat hangat. Akung juga ikut tersenyum bangga.
Nadira melanjutkan dengan polos. "Mohon maaf lahir dan batin."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomanceRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
