128. seharian nempel

1.6K 98 23
                                        

Pagi itu berjalan normal. Terlalu normal, malah.

Dapur rumah Aksara sudah ramai sejak subuh. Aroma tumisan bawang, sayur bening, dan ayam kecap memenuhi udara. Salma berdiri di depan kompor, sesekali mengaduk wajan, sesekali mengecek panci. Di sebelahnya, Bibi sibuk memotong buah.

"mbk, telurnya mau digoreng dadar apa ceplok?" tanya Bibi.

"Dadar aja Bi, buat Nadira. Dipotong kotak kecil ya," jawab Salma sambil tersenyum.

Dari ruang makan terdengar suara kursi ditarik.

"El, jangan main HP dulu sebelum makan!" suara Salma otomatis naik.

El yang sudah duduk langsung menghela napas. "Iya, Bun. Abang cuma bales chat"

Nay masuk sambil mengikat rambut, pakai blazer tipis. "Bun, nay sarapan cepet ya. Jam delapan harus udah di kampus buat bimbingan."

Salma melirik jam. "Iya, makan dulu yang bener kak, Jangan cuma kopi."

Rony turun paling terakhir. Kemeja rapi, jam tangan sudah terpasang. Begitu melihat Salma di dapur, refleks senyum.

"Pagi, istri cantik."

Salma menoleh sekilas. "Pagi mas. Duduk, sarapan."

Rony menurut. Duduk di kursi biasa kursi sebelah Salma.

Meja makan segera penuh. Nadira duduk manis, kaki kecilnya menggantung. El menyendok nasi dengan santai. Nay sudah buka catatan di tablet sambil makan.

"Jadwal hari ini pada padat semua ya," Salma membuka suara.

Nay mengangguk. "Pagi bimbingan skripsi, siang foto buat BA baju, sore ke toko bunga. Hari ini pesenan karangan banyak."

"El ke studio, Bun," El menimpali. "Latihan sama anak-anak."

Rony mengangguk. "Ayah ke kantor. Ada meeting jam sepuluh."

Nadira mengunyah lalu bersuara, "Adek sekolah... pulang siang."

Salma tersenyum. "Iya. Hari ini dianter Abang El ya dek."

El mengangguk. "Siap."

Sarapan selesai. Satu per satu berdiri.

El ambil tas gitar. "Bun yah, Abang jalan dulu."

Salma merapikan kerah El. "Hati-hati di jalan."

El mencium punggung tangan bundanya. "Iya." mencium pipi Salma lalu beralih mencium punggung tangan ayahnya

"Kerja yang bener ya" Rony menepuk lengan el lalu el juga mencium pipi rony

Nadira langsung loncat berdiri. "Abang El, tunggu adek!"

El ketawa. "Iya, iya."

"Ayah adek sekolah dulu, bundaa nanti pulang adek mau kerumah uti boleh gak?" Nadira menatap ayah bundanya

"Nanti bunda tanya uti dulu ya dek, kalo uti gak keluar nanti kesana" Salma mengelus pipi putri bungsunya itu lalu mencium gemas pipinya

"Yeayy, okee adek sekolah dulu" Nadira mau lari ke abangnya tapi suara Rony menghentikan nya

"Heyy!! belum cium pipi ayah loh" Protes Rony saat tau anaknya langsung mau keluar

Nadira balik badan lalu tersenyum " Hehehe lupa ayah, adek takut ditinggal abang"

Cup cup "dadah ayah bunda" Nadira langsung lari keluar menyusul el

Nay menyusul ambil tas. "Bun, Nay jalan juga ya."

Salma memeluk Nay sebentar. "Jaga diri. Jangan telat makan, vitaminnya diminum ya nay..bunda takut kamu kecapean"

"Iyaaa bun ," Nay tersenyum.

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang