117. bereng bareng

962 72 11
                                        

Pagi itu rumah masih tenang. El masih tidur, Nay masih sibuk di kamar .

Rony yang baru bangun terlihat masih lemas tapi sumringah, rambut acak-acakan, wajah capek tapi bahagia. Ia sedang duduk di meja makan sambil mengaduk kopi pelan lebih tepatnya, mengaduk udara karena sendoknya tidak masuk ke cangkir.

Salma dari dapur cuma geleng-geleng lihat kelakuan suaminya.

Tiba-tiba...

TOK TOK TOK!

Pintu rumah dibuka oleh Nadira, langsung disambut teriakan riang "UTIIII!! AKUUUNGGG!!"

Uti dan Akung masuk dengan senyum lebar, membawa tas besar berisi makanan favorit Rony.

"Aduh aduh cucu akung, kangen gak sama akung? " Akung langsung gendong nadira

"Kangen banget hihi" Nadira langsung nemplok dan melingkar tangannya dileher akungnya

Uti langsung melambaikan tangan. "Mana menantu kesayangan mama?! Yang minggu depan mau manggung itu!"

Rony langsung berdiri, tersenyum lebar seperti anak kecil yang dipanggil guru favoritnya.

"Aduuuh, ma! pa! Pagi-pagi udah datang!" Ia langsung memeluk keduanya erat.

Akung menepuk bahu Rony sambil tergelak. "Heh, calon superstar kita ini harus disemangati dong. Kamu itu kalau latihan jangan setengah hati. papa mau lihat kamu kembali di panggung, ngerti?"

Rony tegak seperti prajurit. "Siaaap, pa! Lapor! Saya sudah latihan!"

Salma dari dapur cuma nyengir. "Mas kamu itu baru bangun setengah jam, tapi gayanya kayak habis konser satu stadion."

Uti langsung memegang pipi Rony. "Anak baik mama ini memang harus didukung. Biar makin percaya diri. Jangan dengerin orang-orang yang bikin kamu down. Kamu itu penyanyi besar, tau?"

Rony langsung menoleh ke Salma sambil manyun bangga. "Tuh kan, sayang... mama aja bilang aku penyanyi besar..."

Salma geleng-geleng. "Iya mas, iya... besar... kepalanya."

Uti langsung ketawa keras. "Salmaaaa, jangan ngeledek suamimu dong! Dia butuh dukungan!"

Rony semakin tegak. "Tuh sayang... denger gak..."

Akung menepuk bahu Rony sambil terkekeh. "Udah-udah... ayo kita bahas latihan kamu. Minggu depan kan manggung. Mau lagu apa dulu yang dilatih hari ini?"

Rony langsung jalan ke ruang latihan sambil nunjuk dirinya sendiri. "pa, ma... rony sudah siap mental! Sekarang rony ditemenin dua orang yang paling mendukung rony! rony pasti sukses!"

Salma hanya memutar bola mata sambil memegang pinggang. "lagaknyaaaaaa, kayak kemarin gak pernah ngerengek aja kamu mas mas.  mentang-mentang dimanja mertua jadi sombong banget."

Rony mendekat ke Salma pelan, lalu berbisik bangga. "Sayang... mereka pendukung nomor satuku. Aku merasa kuat. Kayak punya cheat code hidup."

Uti dengar itu dan langsung nyeletuk. "Iya lah! Kamu kan menantu kesayangan! Kamu udah bahagiain anak mama, bahagiain cucu-cucu mama. Masa mama gak dukung kamu?"

Akung ikut menimpali sambil mengibas tangan. "Kalo orangtua kamu suka ngomel mah wajar. Tapi kalo sama kami, kamu dapat VIP treatment."

Nay yang baru turun dari tangga langsung tertawa. "Iyaaa Ayah... beda banget ya perlakuan dari Oma sama Uti?"

Rony membusungkan dada. "Jelas beda. Kalo Oma itu hobinya ngomel. Kalo Uti hobinya nyemangatin."

Nadira ikut nimbrung. "Terus Ayah lebih suka mana?"

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang