141. bukber

929 65 11
                                        

Dua hari setelah misi "Tim Takjil", suasana rumah besar keluarga Aksara kembali ke ritme Ramadan yang lebih tenang.

Siang itu Salma sedang melipat mukena di ruang keluarga. Nadira duduk di karpet, menggambar sesuatu yang katanya "peta markas kebaikan". El rebahan di sofa sambil membaca naskah siaran, dan Nay sedang menghias kartu kecil untuk pelanggan buketnya.

Tiba-tiba ponsel Salma berdering.

Nama yang muncul di layar membuatnya tersenyum.

"Mami."

Nadira langsung mendongak. "Oma?"

Salma mengangguk lalu mengangkat panggilan. "Assalamu'alaikum, Mi."

Suara hangat di seberang terdengar ceria.
"Wa'alaikumussalam, Salma sayang. Lagi sibuk nggak?"

"Alhamdulillah lagi santai, Mi."

El otomatis mengecilkan volume TV. Nay mendekat pelan. Nadira bahkan sudah merangkak mendekati Bundanya.

Mami tertawa kecil. "Anak-anak ada?"

"Ada semua, Mi."

Nadira langsung berbisik keras, "Salam dulu!"

Salma tersenyum. "Ini Nadira sudah nunggu salamnya."

Mami langsung bersuara lebih riang. "Assalamu'alaikum cucu-cucu Omaaa..."

"Wa'alaikumussalaaaam!" jawab mereka hampir bersamaan.

Nadira paling keras.

Mami tertawa puas. "Masya Allah, rame banget."

Salma kembali mengambil alih ponsel. "Ada apa, Mi?"

"Begini, Kemarin Mami sama Papi udah bukber duluan bareng Arka dan keluarganya."

Mami melanjutkan, "Nah, Mami pikir biar adil dan nggak keburu habis Ramadan, kita atur bukber khusus sama kalian juga."

Salma tersenyum. "Wah, senang banget, Mi."

"Sekalian nanti Mami mau ajak Mama Papa kamu juga. Biar nggak kepisah-pisah. Fokusnya satu meja, satu keluarga.. Nanti mendekati lebaran kita baru bukber keluarga besar"

Salma terlihat makin hangat. "Masya Allah, bagus banget itu, Mi."

Nadira sudah gelisah di sampingnya. "Bunda speaker aja!"

Salma akhirnya menyalakan speaker.

"Omaaa," Nadira langsung bersuara.

"Iya, cerewetnya Oma."

El dan Nay tertawa kecil.

"Oma mau bukber ya?"

"Iya. Adek mau ikut nggak?"

"Mau banget! Tapi Oma jangan bagi-bagi takjil lagi ya." Semua langsung tertawa.

Mami penasaran, "Kenapa?"

Nadira langsung menjelaskan dengan penuh gaya. "Soalnya kalau ramai itu deg-degan. Tapi adek tetap berani kok."

Mami terdengar terharu. "Masya Allah... Oma dengar dari Ayah kamu. Komandan hebat ya."

Nadira langsung duduk tegak. "Iya."

El berbisik, "Level naik."

Mami lalu bertanya lembut, "Nah sekarang Oma mau tanya jadwal. Kalian kosong hari apa?"

Salma langsung berpikir. "Kalau lusa mas Rony ada meeting sore. Besok Nay jaga toko sampai malam."

Nay mengangguk. "Iya."

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang