106. bali

1.9K 109 21
                                        

Pagi pertama di Bali, resort masih sepi. Burung-burung beterbangan di langit biru, suara ombak sayup terdengar dari kejauhan.

Tapi dari kamar 307, situasinya sama sekali nggak romantis.
Suara Nadira sudah terdengar kayak toa masjid.

"Ayaaaah! Bunda! Cepetan bangun! Hari ini adek mau jadi MERMAID!!!"

Salma yang baru setengah sadar langsung menggerutu, menutup kepala dengan bantal.
"Ya Allah, bocah... liburan tuh buat istirahat, bukan kompetisi renang."

Rony, yang masih pakai kaos oblong belel kesayangannya, meraih HP di nakas, melirik jam.
"Dek, ini masih jam 6 pagi... kolam renang aja belum dibersihin. Lifeguard juga belum masuk shift."

Tapi Nadira tetap melotot. Tangannya sudah memegang pelampung flamingo pink ukuran jumbo yang kemarin diam-diam ia selundupkan ke koper.
"Adek harus latihan pagi biar kolamnya sepi. Nanti kalau rame, adek nggak bisa gaya bebas kayak mermaid!"

El keluar dari kamar mandi sambil gosok gigi, rambut masih acak-acakan. Begitu lihat adiknya pakai kacamata renang kebalik bagian dalam di luar dia langsung ngakak sampai busa odolnya hampir muncrat.

"Woy, itu kacamata renangnya kebalik. Nanti bukannya berenang, malah jadi alien."

Nadira langsung manyun. "Heeey! Bang El jangan ngeledekin!"

Tapi dia tetap ngotot narik tangan bundanya. "Bun, cepet pake dress pantai, adek udah siap show!"

Nay yang masih pakai masker wajah ijo keluar kamar dengan santai, jalan pelan-pelan kayak model catwalk.

"Astaga... pagi-pagi udah ada bocil sirkus. Nih bocah tuh liburan apa audisi film kartun?"

Nadira langsung protes. "Kak Nay jangan iri, ya! Soalnya nanti yang difoto banyak orang tuh bukan Kakak... tapi Adek! Mermaid internasional!"

Nay mencibir sambil nyelipin rambut ke belakang telinga. "Mermaid internasional? Dek... kamu aja napas di kolam 10 detik udah heboh kayak tenggelam."

El ngakak lagi. "HAHAHA bener! Nanti mermaid-nya malah jadi ikan asin."

"HEEEY!" Nadira makin kesel, tangannya sudah mau lempar bantal ke arah El.

Salma akhirnya bangun juga, duduk di ranjang sambil elus dada. "Ya Allah... ini anak kecil apa alarm hotel sih? Mas, tolong deh. Belum sarapan udah bikin satu kamar rusuh."

Rony menguap panjang, nyari alasan biar nggak kena tugas. "Yaudah sayang, biarin aja. Adek semangat banget tuh. Mungkin ini takdirnya jadi atlet."

Salma melotot ke arah suaminya. "Atlet apaan? Atlet bikin heboh?"

Nadira langsung nyeletuk, "Bunda salah! Adek bukan atlet, tapi ratu lautan!"
Dia langsung pose di atas kasur sambil pegang pelampung flamingo kayak panggung Miss Universe.

"Good morning, world! Nadira... the Mermaid Queen!" teriaknya.

Rony ngakak sampai terbatuk. "Astaga... sayang, anak kita siap jadi presiden kolam renang kayaknya."

Nay ngelirik jam dinding. "Dek, ini masih jam enam lewat lima belas. Normalnya orang-orang di resort tuh baru bangun jam delapan. Kamu tau nggak kalau sekarang suaramu kedengeran sampai lorong?"

Seolah membuktikan, terdengar suara knock knock knock dari luar kamar. Petugas hotel berdiri dengan muka kaku tapi sopan. "Permisi, Pak, Bu... apakah semuanya baik-baik saja? Dari tadi kami dengar ada suara teriakan..."

Semua anggota keluarga langsung nengok ke Nadira.

Nadira nyengir polos, lalu jawab dengan suara lantang, "Iya, Kak! Adek lagi gladi resik jadi mermaid!"

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang