176. penuh suprise

615 51 20
                                        

Sementara itu...

Mobil El melaju tenang membelah jalanan Minggu pagi yang belum terlalu ramai. Cahaya matahari sesekali masuk dari balik kaca depan, sementara lagu favorit El diputar pelan memenuhi kabin mobil.

Di kursi kemudi, El sesekali melirik ke arah Keysha yang sejak tadi tampak sibuk membuka ponsel, mengecek sesuatu, lalu tersenyum sendiri.

"Kok dari tadi serius banget?" tanya El sambil melirik sekilas ke arah tunangannya sebelum kembali fokus ke jalan.

Keysha langsung mengunci layar ponselnya dan menggeleng pelan. "Nggak serius kok."

El terkekeh kecil. "Bohong."

Keysha menoleh dengan senyum tipis. "Kenapa?"

"Soalnya dari rumah tadi kamu kelihatan lagi nyusun rencana."

"Bisa aja."

El mengangguk pelan sambil tersenyum. "Hari ini aku nurut."

Keysha mengangkat sebelah alis. "Nurut?"

"Iya," jawab El santai sambil mengusap setir dengan jemarinya. "Biasanya aku yang mutusin kita mau ke mana. Sekarang... semuanya aku serahin ke kamu."

Keysha tersenyum semakin lebar. "Nggak boleh protes?"

"Nggak."

"Nggak boleh nanya?"

"Nggak."

"Nggak boleh penasaran?"

El menggeleng mantap. "Pokoknya hari ini aku mau jadi orang yang dimanja."

Keysha langsung tertawa kecil sampai bahunya ikut bergoyang. "Siap, Tuan Ulang Tahun."

El menoleh sekilas sambil tersenyum jahil. "Kalau aku bandel?"

Keysha pura-pura berpikir beberapa detik sebelum menjawab pelan. "Aku hukum."

"Hukum apa?"

Keysha menatap lurus ke depan sambil menyembunyikan senyumnya. "Aku cium."

El langsung kehilangan kata-kata. "..."

Beberapa detik kemudian ia menggeleng sambil tertawa pelan. "Itu ancaman apa hadiah sih?"

Keysha hanya tertawa tanpa menjawab.

.
Hampir tiga puluh menit kemudian... Mobil berhenti di depan sebuah restoran sederhana yang sudah sangat dikenal El.

Begitu membaca papan namanya... El benar-benar diam, tatapannya tertahan cukup lama.

"Sayang..." ucapnya lirih sambil menoleh perlahan ke arah Keysha.

"Iya?"

"Kok... di sini?"

El mematikan mesin mobil, lalu keysha melepas sabuk pengamannya sebelum menatap El dengan senyum yang begitu lembut.

"Ingat tempat ini?"

El mengangguk pelan. "Ini restoran pertama tempat aku ngajak kamu makan setelah proyek besarku diterima."

"Iya."

"Waktu itu..." El terkekeh kecil sambil menunduk. "Uangnya bahkan belum cair."

"Tapi kamu tetap ngajak aku makan."

"Soalnya..." El menatap Keysha dengan sorot mata yang hangat. "Aku pengen orang pertama yang ngerayain keberhasilanku ya kamu."

Senyum Keysha semakin dalam.

"Makanya..." ucapnya pelan sambil menggenggam tangan El di atas konsol mobil. "Hari ini aku juga mau mulai semuanya dari tempat yang sama."

El tidak langsung menjawab. Ia hanya membalas genggaman tangan itu sedikit lebih erat. "Terima kasih, Sayang."

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang