Di dapur besar rumah mereka, aroma bawang putih tumis dan roti panggang memenuhi udara. Suasana hangat pagi hari, ditemani obrolan kecil.
Salma sedang memotong buah bersama Sara, sementara Mami dan Mama sibuk di kompor.
Mama tertawa kecil. “Sal, rumah kamu kayak asrama. Lantai atas penuh semua.”
Salma geleng-geleng sambil tersenyum. “Iya Ma… tapi seneng kok liat semuanya ngumpul.”
Mami menimpali sambil memutar spatula, “Yang penting semuanya makan enak pagi ini. Itu anak-anak pasti bangunnya lap-”
TIBA-TIBA…
Dari lantai atas terdengar suara berat, khas, parau… dan manja
“SAYAAAANG!!”
Suara itu nyaring. Lantang. Sampai spatula di tangan Mami hampir jatuh.
Salma langsung berhenti motong buah.
Sara menutup mulut menahan tawa. Mama langsung nyenggol Mami pelan.
Mami memejamkan mata dalam-dalam. "Astaghfirullah… itu anak sulung Mami kenapa dari dulu begitu ya…?”
Salma berusaha menahan tawa. “Hehe… mungkin habis konser semalem dia capek, Mi.”
BELUM SEMPAT TENANG… Suara itu muncul lagi, lebih keras
“SALMAAAA!! SAYAAANG DIMANA?! AKU GAK NEMU KAMUUU!!”
Salma langsung tepok jidat. Mama dan Sara ngakak.
Mami sudah menyerah. “Tuh kan! Kalau istrinya hilang sejengkal aja langsung rusuh!”
Sara sambil ngaduk jus berkata, “Padahal cuma bangun tidur doang, ya Mi…”
Mami menaruh tangan di pinggang, monolog sendiri sambil menggeleng,
“Udah umur lima puluh lebih… punya tiga anak… comeback konser… tapi kelakuan kalau nyari istri tetep kayak anak kucing. Nggak berubah dari dulu”
Mama ikut ketawa. “Rony memang kalau sama Salma itu… obsesi level langit.”
Salma hanya menunduk sambil tertawa malu. “Yaampun Mas… baru juga ditinggal lima belas menit…”
Dan LAGI-LAGI…
“SALMAAAAAAA!! SAYAANG!!”
Sampai rumah bergetar.
Mami langsung menyodok Salma pakai spatula. “Udah! Naik sana! Kamu datengin dia dulu! Nanti sampe siang dia teriak-teriak!”
Salma terbahak. “Iya Mi iyaaa… aku naik dulu.”
Sara mengejek sambil senyum jahil, “Kasih makan dulu tuh suami manja kamu, Kak.”
Mama menambahkan, “Iya Sal… kayaknya dia nggak bisa fungsi tanpa kamu pagi-pagi.”
Mami, sambil mengaduk telur dadar, masih mengomel tapi nada penuh kasih
“Anak Mami tuh… kalau bangun tidur yang pertama dicari SALMA. Kalau nggak ketemu langsung panik. Sudahlah sana, Sal… nanti dia turun nyari kamu kebawah. Bising!”
Salma akhirnya tertawa dan melepas celemeknya. “Aku naik ya Mi, Ma, Sar.”
Mami mengangguk dramatis. “Iya iya… pergi sana. Selamat menangani kucing besar kamu itu.”
Mereka semua pecah ketawa. Salma pun naik ke lantai dua.
Belum sampai tangga atas, suara Rony makin jelas
“Sayang?! Aku sendirian looohh!! Kamu dimanaaaaaa”
Salma baru muncul di koridor kamar. “Aku disini Mas!”
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
