Pagi masih lengang saat suara Nadira tiba-tiba membelah dapur.
"KENAPA ADEK GAK BOLEH MAKAN ES KRIM PAGI-PAGI?!" ucapnya dengan nada setengah menangis, sambil berdiri dengan tangan di pinggang. Wajahnya merah karena marah, rambut kuncir duanya ikut bergoyang karena gerakan emosionalnya.
Salma yang sedang mengaduk adonan donat tetap tenang. "Karena es krimnya keras dan kamu belum sarapan, Nadira."
"Tapi kemarin Kak Nay makan puding pagi-pagi gak dimarahin!" Nadira menunjuk ke arah Nay yang baru muncul dari tangga dengan hoodie dan mug kopi di tangan.
"Itu puding buatan Bunda, dan gak sedingin freezer. Es krim kamu kerasnya udah kayak batu bata," jawab Nay santai.
"Adek ini udah gede! TK B! Imunku kuat, kayak superhero!"
Salma mengangkat alis. "Kalau udah gede, harus nurut."
Nadira diam sejenak, menatap lantai, lalu tiba-tiba menatap Salma dengan wajah kecewa maksimal.
"Kalau gitu... adek mau kabur dari rumah. Adek mau tinggal di rumah Daddy aja! Daddy selalu belain aku!"
Rony baru turun dari tangga dengan rambut masih agak berantakan. Ia melihat Nadira berdiri dengan koper imajiner dan wajah yang sudah siap sinetron.
"Oke," kata Rony pelan, dramatis. "Kalau Nadira mau pindah ke rumah Daddy, Ayah bantuin packing, ya."
Nadira langsung terdiam. Matanya membulat. "Beneran? Ayah gak akan kangen sama adek?"
"Kangen, pasti. Tapi Ayah harus kuat. Demi masa depan adek kan," ucap Rony sambil menepuk dadanya.
"bang El, bantu adek kamu packing bang!" teriak Nay ke arah atas tangga, ikutan masuk ke drama.
"Aku packing sendiri! Jangan ikut-ikut!" seru Nadira sambil lari ke kamarnya.
Sepuluh menit kemudian, Nadira kembali ke ruang tamu sambil menyeret koper kecil warna pink. Ekspresinya serius. Topinya pun dia pakai miring seperti anak petualang.
Salma yang sedang menata adonan tertawa kecil. "Itu isinya apa, dek?"
"Boneka , baju pesta, baju renang, satu toples permen... dan satu sendok," jawab Nadira mantap.
Nay mengerutkan kening. "Sendok?"
"Kalau Daddy masak bubur, aku bisa langsung makan."
Rony menahan tawa. "Nadira... kamu siap banget, ya. Udah kayak mau berangkat ke luar negeri."
El muncul dari pintu depan, baru pulang jogging. "Wah, drama TK nih. Mau pindah karena gak dikasih es krim ya?"
Nadira melotot. "INI SERIUS ABANG!"
"Baiklah," ujar Salma sambil berdiri di depan pintu. "Kalau adek kedingin di luar sana, jangan lupa pakai jaketnya."
Rony pura-pura mengusap air mata. "adek... kamu anak yang kuat nak..."
El langsung menyanyi lebay, "Selamat jalan Nadiraaaa... semoga engkau bahagiaaa..."
Nadira membuka pintu dan duduk di kursi teras. Matanya menerawang, seperti memikirkan masa depan yang berat.
Satu menit.
Tiga menit.
Lima menit.
Lalu suara kecil terdengar dari luar.
"Bunda... aku gak jadi kabur."
Salma muncul dari balik dapur, tersenyum. "Kenapa?"
"Di luar panas banget. Terus... aku lupa bawa charger tablet."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
