Seminggu sudah Ramadan berjalan di rumah besar keluarga Aksara.
Pagi itu suasananya hangat. Meja makan masih penuh sisa sarapan sahur yang sudah dirapikan. Rony bersiap dengan kemeja rapi, Nay dengan bawa apron bunga favoritnya, El duduk santai sambil scroll ponsel, dan Nadira… sudah duduk manis tapi wajahnya terlihat seperti sedang menyusun rencana besar.
Rony meneguk kopi terakhirnya. “Seminggu puasa, komandan gimana laporannya?”
Nadira duduk tegak. “Progres meningkat.”
El langsung menoleh. “Oh ya? Statistiknya berapa?”
“Minum lupa: nol.” Nadira mengangkat satu jari bangga.
“Ketawa pas tarawih: cuma dua kali.”
Nay terkekeh. “Turun dari tiga ya?”
“Iya. Aku berkembang.”
Salma tersenyum sambil menyendok lauk ke piring Nay. “Alhamdulillah.”
Tiba-tiba Nadira berdiri di kursinya. Wajahnya serius sekali. “Ayah. Bunda. Abang. Kakak.”
Semua otomatis menoleh.
“Adek punya ide”
El langsung berdeham. “Biasanya kalau pembukaannya formal gini… bakal ada proyek.”
Rony menyandarkan badan ke kursi. “Apa idenya, Dek?”
Nadira menarik napas panjang. “Kita bagi-bagi takjil sore ini... Kayak yang ayah bilang waktu itu”
Hening setengah detik.
Salma tersenyum lembut duluan. “Masyaa Allah… kenapa kepikiran itu sekarang?”
Nadira mengangkat dagu sedikit bangga. “Soalnya puasa itu bukan cuma nahan lapar. Tapi juga berbagi.”
El langsung tepuk tangan pelan. “Weh. Kelas satu SD udah ceramah.”
“Abang jangan ganggu momen adek”
Rony tersenyum bangga. “Ayah setuju.”
Nay ikut mengangguk. “Seru tuh.”
Nadira langsung melonjak kecil kegirangan. “Yay!”
Salma menatap Rony sekilas. “Kalau sore ini bisa sih.”
Rony menghela napas kecil. “Ayah harus ke kantor sampai sore. Ada meeting lagi.. Nanti ayah nyusul pas bagi bagi"
Nay mengangkat tangan kecil. “nay juga harus jaga toko. Pesanan buket lumayan banyak.”
Nadira langsung menoleh ke El. “Abang?”
El menunjuk dirinya sendiri. “abang?”
“Iya. Abang kan fleksibel. Kerjaannya bisa sambil nyanyi-nyanyi.”
El pura-pura tersinggung. “Eh ini profesional radio ya.”
Salma tertawa kecil. “Berarti nanti yang belanja dan siapin… Bunda, Abang El, sama Nadira.”
Nadira langsung bersorak. “Tim takjil!”
Rony berdiri lalu mengusap kepala putrinya. “mas transfer dana operasional ya, sayang.” rony sambil menatap istrinya
Nadira langsung menyela, “Dana operasional itu apa?”
El berbisik dramatis, “Bahasa keren dari uang jajan proyek.”
“Ohhh.” Nadira mengangguk bijak.
Menjelang siang, setelah Rony dan Nay berangkat, rumah sedikit lebih ramai karena Nadira tidak berhenti bicara sejak tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomanceRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
