145. milih baju

1K 63 28
                                        

Jam pulang sekolah sudah lewat beberapa menit ketika mobil Salma berhenti di depan gerbang SD Nadira.

Gerbang sekolah itu masih cukup ramai.

Beberapa anak keluar sambil berlari kecil, ada yang langsung memeluk orang tuanya, ada juga yang masih sibuk bercerita dengan teman-temannya di pinggir jalan.

Salma menurunkan kaca mobil sambil melihat ke arah gerbang.

Tak lama kemudian, dari dalam gerbang muncul sosok kecil dengan tas besar hampir setengah ukuran tubuhnya.

Rambutnya dikuncir dua dengan pita biru di kanan kiri.

Begitu melihat mobil Salma, anak itu langsung melambaikan tangan dengan semangat.

“BUNDAAA!”

Salma langsung tersenyum lebar. Nadira berlari kecil mendekat, tasnya sampai bergoyang-goyang di punggungnya.

Begitu sampai di dekat mobil, Salma langsung membuka pintu. “Adek pelan-pelan.”

Nadira langsung masuk ke dalam mobil lalu menjatuhkan tubuhnya ke kursi dengan napas sedikit terengah.

“Bunda…” Salma menoleh sambil tersenyum.

“Iya?”

Nadira menghela napas panjang. “Adek capek.”

Salma tertawa kecil. Nadira langsung membuka tasnya dulu lalu menaruhnya di kursi belakang. “Hari ini olahraga.”

Salma mengangkat alis. “Oh ya?”

Nadira mengangguk cepat. “Tadi lari sama temen-temen.”

Salma menyalakan mobil pelan. “Pantes capek.”

Nadira lalu duduk dengan santai sambil menyandarkan punggungnya.

Beberapa detik ia diam, lalu tiba-tiba menoleh ke arah bundanya dengan wajah sedikit memelas.

“Bunda…”

Salma langsung tahu nada itu. “Iya nak?”

Nadira menatapnya. “hari ini adek boleh puasa setengah hari nggak?”

Salma melirik jam di dashboard. Masih sekitar satu jam lagi sebelum adzan dhuhur.

Salma menoleh lagi ke anaknya. “Kenapa?”

Nadira menjawab jujur. “Adek capek.”

Salma menahan senyum. “Tadi lari kan.”

Nadira mengangguk cepat. “Iya.” Ia lalu menambahkan pelan.“Tadi panas juga.”

Salma berpikir sebentar. Biasanya Nadira justru keras kepala kalau soal puasa. Bahkan sering bilang ingin puasa penuh seperti orang dewasa.

Salma lalu mengusap kepala anaknya sebentar. “Ya sudah.”

Nadira langsung menoleh cepat. “Boleh?”

Salma mengangguk. “Boleh dong, adek kan juga masih belajar.”

Wajah Nadira langsung cerah. “Yeaaay.”

Salma tertawa kecil lalu melanjutkan dengan nada lembut. “Kan tinggal sebentar lagi juga.”

Nadira tersenyum puas. “Iya.”

Ia lalu bersandar lagi di kursinya. “Tadi sebenarnya adek mau puasa full…”

Salma meliriknya. “Tapi?”

Nadira menjawab jujur. “Capek.”

Salma tertawa kecil “Masih kecil juga, ayah sama bunda juga udah sering bilang ke adek kan, kalo puasa setengah hari aja.”

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang