Pagi yang Sibuk di Kantor
Rony memijat pelipisnya pelan sambil memandangi tumpukan berkas yang belum sempat dia tanda tangani. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.45, tapi suasana kantornya masih ramai.
“Pak Rony, ini kontrak dari PT Lestari sudah siap, tinggal tanda tangan Bapak.” sekretarisnya meletakkan map tebal di mejanya.
Rony mendesah pelan. “Ya ampun, do… ini yang terakhir, kan?”
Aldo tersenyum simpul. “Untuk hari ini… sepertinya iya. Tapi saya nggak janji kalau besok nggak ada tambahan.”
Hari ini memang gila. Dari pagi dia sudah meeting dengan tiga klien berbeda, lalu lanjut rapat internal, kemudian urusan administrasi yang kayak nggak ada habisnya.
Di sela-sela itu, Rony melirik ponselnya. Ada satu pesan dari Salma yang berisi
"Jangan lupa janji sama Nadira ya, Ayah. Dia udah nyiapin bantal sama selimut di ruang TV."
"Aduh, Janji itu" Gumam rony
Mereka memang sudah sepakat seminggu lalu malam ini Ayah sama Adek mau quality time nonton film animasi yang baru rilis di streaming. Nadira sudah excited dari kemarin.
Rony buru-buru membalas
"Sayang… kayaknya mas telat pulang deh. Banyak berkas. Tolong kasih tau Adek ya.
Balasan Salma datang cepat
" Oke. Tapi siap-siap aja mas, dia udah nyetel mode drama queen."
Rony senyum kecil. “Duh, princess kecil itu kalau udah ngambek…” dia bergumam sambil lanjut tanda tangan berkas.
Aldo melirik penasaran. “Kenapa, Pak?”
“Anak saya. Kayaknya malam ini saya bakal diadili,” jawab Rony sambil merapikan meja.
Aldo ikut tertawa. “Kalau gitu, semoga sidangnya cepat selesai dan Bapak bebas bersyarat.”
Rony memasukkan laptop ke tas, lalu berdiri. “Ya sudah, Do. Kamu pulang duluan. Saya mau mampir sebentar beli ‘uang damai’.”
Aldo mengangkat alis. “Uang damai?”
“Bahasa halusnya boneka dan popcorn,” jawab Rony sambil melangkah keluar ruangan.
***
Sementara itu, di rumah… suasana jauh dari tenang. Nadira duduk di sofa ruang TV dengan ekspresi manyun. Bantal bergambar karakter kartun ada di pangkuannya.
“Bunda, Ayah kok belum pulang sih?” Nadira memelototi pintu depan seperti menunggu harta karun muncul.
Salma yang sedang merapikan meja makan menoleh, “Ayah masih di kantor, Dek. Katanya banyak kerjaan. Nanti pulangnya telat.”
“Tapi kan kita udah janji mau nonton bareng…” suara Nadira melemah, tapi matanya berbinar penuh ide.
“Bunda, kalau orang janji terus nggak tepat waktu, hukumannya apa?” lanjutnya
El, yang baru turun dari tangga sambil memainkan ponselnya, menyahut, “Hukuman mati.”
“Nggak lucu, abang!” protes Nadira.
Nay yang duduk di meja makan ikut nimbrung, “Kalau kak Nay sih… mending kasih hukuman sosial. Misalnya dilarang masuk kamar Adek seminggu.”
Mata Nadira langsung berbinar. “Iya! Iya! Itu bagus kak, adek mau buat.”
Salma mengangkat alis, menahan tawa. “Kalian mau ngapain, sih?”
Nadira sudah melompat dari sofa, berlari ke meja belajar kecilnya. Dia mengambil kertas warna pink dan spidol hitam. Dengan gaya serius, dia mulai menulis
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
