Minggu Siang di Rumah Rony & Salma
Suasana rumah terasa berbeda hari itu. Udara hangat dari matahari yang bersinar cerah menelusup masuk lewat jendela-jendela besar. Aroma rendang dan ayam bakar berpadu dengan harum sambal matah yang baru saja diselesaikan Salma di dapur.
Di ruang tamu, Nadira si bungsu sudah sibuk berdiri di depan jendela, mengenakan dress kuning dan bando kelinci kesayangannya.
"Bunda, adek yang buka pintunya ya! adek mau sambut semua kakak!" serunya sambil melompat-lompat kecil.
Salma tertawa dari dapur. "Iya, sayang. Tapi jangan dorong tamunya ya, cukup peluk aja."
El dan Nay yang sedang membantu di teras juga ikut cekikikan.
"Kalau nanti Gina datang, Nadira pasti langsung lupa dunia," celetuk Nay sambil menuangkan es teh ke gelas-gelas tinggi.
"Gak salah juga sih," timpal El, "main sama temen kecil lebih seru daripada dengerin obrolan orang tua, kan?"
Tak lama, suara deru mobil memasuki halaman rumah. Nadira yang sedang berdiri di ambang pintu tiba-tiba memekik, matanya berbinar.
"Aaaaan! Itu daddy!" serunya riang, dan tanpa aba-aba, ia melesat seperti roket mini ke arah pagar.
Mobil Arka berhenti perlahan. Pintu depan terbuka dan keluarlah Arka, mengenakan kaos lengan pendek warna navy dan celana jeans santai. Ia langsung tersenyum melihat rumah abangnya yang terasa begitu hidup. Di sebelahnya, Sara turun dengan anggun, mengenakan tunik lembut warna krim. Tak lama, Naureen muncul dari pintu belakang mobil, rambutnya dikuncir rapi, dengan aura elegan yang khas. Diikuti Farel, dengan hoodie hitam dan raut santai ala anak kuliahan semester muda.
"Waah! Kak Nau! Bang Farel! Peluuuukkkk!" seru Nadira keras-keras, menyerbu ke arah mereka tanpa rem.
Naureen tertawa kecil, lalu jongkok dan memeluk adik bungsu keluarga itu erat. "Aduh, aura kamu kok kayak nyala-nyala ya, adek? Kayak... kamu tuh hidupnya pake efek glitter!"
Farel ikut terkekeh sambil mengacak rambut Nadira. "Kayak emoji petir yang nyetrum tuh. Lucu banget sih dek."
Rony keluar dari dalam rumah, menyambut dengan wajah berbinar. Langsung memeluk adik laki-lakinya yang sudah lama tidak mereka kumpul penuh seperti ini.
"Akhirnya ketemu juga. Ini dia, si bungsu yang makin jarang nelpon abangnya," goda Rony sambil menepuk punggung Arka.
"Hei, adek sibuk kerja juga ya Bang..." Arka balas memeluk erat. "Tapi demi rendangnya Salma, apa pun dilawan!" lanjutnya dengan nada bercanda, membuat semua tertawa.
Arka menepuk bahu Rony, lalu menatapnya serius sejenak. "Selamat ulang tahun ya, Bang... Sehat terus. Makasih udah selalu jadi abang yang bisa arka banggakan."
Rony hanya mengangguk, menahan senyum dan sedikit haru.
Sara maju menghampiri, lalu menyodorkan kantong kado berwarna biru tua. "Selamat ulang tahun, Bang Rony... Semoga makin bijak, makin sehat, makin sabar, dan makin romantis sama Kak Salma," katanya sambil terkikik kecil.
"Aduh... yang romantis ini doanya langsung bikin deg-degan," jawab Rony, lalu menerima kado itu sambil tertawa pelan.
"Selamat ulang tahun, Ayah!" Naureen menyusul, lalu memeluk Rony dari samping. "Semoga ayah selalu bahagia, dan... jangan lupa janji mau ajarin Nau masak mie goreng ala ayah ya."
"Ayah ga akan lupa. Tapi nanti Nau harus tahan ngulek bumbunya !" Rony tertawa, membuat Naureen cemberut manja.
"Selamat ulang tahun, Yah," Farel menyusul, menjabat tangan ayahnya dengan tulus. "Semoga semua do'a ayah terkabul. Makasih udah selalu jadi panutan buat kita semua."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
