Pagi itu, ruang keluarga masih sunyi. Nadira duduk bersila di karpet, serius banget mewarnai gambar gunung dan matahari. Boneka kesayangannya, duduk manis di sampingnya, ikut 'ngeliatin'. Krayon bertebaran.
Rony duduk di sofa sambil main tablet. Kopinya tinggal setengah. Sesekali matanya melirik ke arah Nadira, senyum-senyum lihat ekspresi anak kecil itu yang serius kayak lagi bikin ujian negara.
Tiba-tiba...
Salma keluar dari dapur, jalan pelan-pelan, lalu langsung duduk di pangkuan Rony.
"Eh?" Rony refleks menopang pinggang istrinya. "Lho... lho... ini kenapa tiba-tiba?"
Salma nyender ke dada suaminya, manja. "Kenapa? Gak boleh? Kan weekend. Kan manja boleh unlimited."
Rony tertawa. "Ya boleh sih... tapi biasanya kamu kalau begini nunggu di kamar."
Salma mengangkat alis, gaya centil. "Sekarang aku udah lulus gengsi, Mas. Biar semua orang tahu... istri kamu masih tergila-gila sama suaminya."
Rony tertawa sambil mencubit pipinya. "Awas, kamu disorakin anak-anak, lho."
Nadira mendongak , mata bulatnya langsung membesar. Bibirnya manyun. Krayon jatuh.
"Eh?! Bundaaaa... kenapaa duduk di situ?!" tanyanya dengan wajah syok
Salma menoleh santai. "Kenapa, Sayang?"
"Itu kan tempat ADEEEK!" Nadira bangkit berdiri, tangan di pinggang, gaya emak-emak kecil.
"Bunda minjem dikit, ya. Nanti dibalikin," jawab Salma sambil nyender makin manja.
"Engga boleehh!! Adek belum selesai duduk-duduk sama Ayah pagi ini!"
Rony ketawa geli. "Aduh... persaingan perebutan tahta pangkuan dimulai."
"Pokoknya Bunda curang!" seru Nadira. "Adek tinggal bentar ambil warna hijoo... eh tau-tau tempatnya diambil!"
Nay muncul dari dapur sambil bawa piring roti. Begitu lihat Bunda-nya nemplok di pangkuan Ayah, dia langsung meletakkan piring dan berdiri sok syok.
"BUNDA! Kok kayak anak ABG pacaran di teras kosan?!"
Salma tertawa keras. "Emangnya kenapa?!"
Nay nyengir. "Ini rumah tangga atau sinetron jam 5 sore?"
El turun dari tangga, ngucek mata. "Kenapa ribut pagi-pagi? Adek lagi demo?"
Nadira langsung lari ke Abangnya. "Bang! Bang! Bunda duduk di tempat Adek! Terus Ayah diem aja! Jahat!"
El ngelirik ke sofa. "Yaampun. Bundaku ternyata penganut gaya 'pacaran setelah nikah lagi'."
Salma pura-pura manyun. "bunda baru nemu gaya hidup sehat manja sama suami!"
Nay nyorakin, "Wooo... Bunda jadi anak tiktok sekarang!"
Nadira makin kesal. Ia berdiri di depan sofa, lipat tangan, cemberut.
"AYAH... peluk Adek juga dong... Adek pengen duduk situ... kayak kemarin-kemarin..."
Rony melirik Salma. "Gimana nih? Istriku lagi nempel kayak perangko..."
Salma pura-pura mikir. "Hmm... boleh. Tapi Adek duduk di kaki Ayah yang satunya ya."
Nadira mengangguk cepat. "MAUUU!"
Dengan gaya sok dramatis, Rony membuka kedua tangannya lebar.
"Sofa cinta ini resmi menampung dua perempuan kesayanganku!"
Nadira langsung naik, duduk di kaki Rony yang satu lagi. Ia menyender, lalu melirik Bunda sambil nyeletuk polos
"Bunda... jangan rebut Ayah terus ya. Adek juga cinta banget sama Ayah... kayak di kartun."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomanceRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
