Seminggu setelah pulang dari Bali, rumah itu kembali ke ritmenya sendiri. Bukan sepi justru lebih hidup.
Pagi di Jakarta selalu lebih cepat.
"BUNDAAAA ADEK TELAT!!" teriak Nadira dari atas, panik setengah nangis.
Salma yang lagi di bawah langsung nengok ke tangga. "Belum jamnya, adek..." jawabnya, tapi sambil jalan cepat juga.
Nadira turun setengah lari, rambut masih setengah jadi, tas sudah dipakai tapi sepatu beda kiri kanan.
"Adek udah telat feelingnya!!" katanya serius.
Salma langsung jongkok, nahan ketawa sambil benerin sepatu. "Feeling kamu itu tiap hari telat," jawabnya santai.
"Adek serius" Nadira manyun dikit.
"Iya serius, tapi sekarang masih aman," Salma nyengir tipis sambil ngiket tali sepatu.
Dari meja makan, Rony angkat alis. "Yang serius itu nanti kalau udah SMA," gumamnya.
"Ayah jangan ikut-ikut," Nadira langsung protes, tapi suaranya kecil.
El duduk sambil minum, ngelirik sekilas. "Dia mah dari TK juga udah panik sendiri," komentarnya santai.
"ABANG!" Nadira langsung melotot.
Nay turun pelan dari tangga, rambut diikat sederhana, wajahnya lebih kalem dari biasanya tapi keliatan mikir.
Salma langsung sadar. "Nay... sini," panggilnya lembut.
Nay mendekat, duduk pelan di kursi. "Kamu makan dulu ya," lanjut Salma sambil naruh piring di depannya.
"Iya bun" jawab Nay pelan, senyum dikit.
Rony nengok, matanya lebih serius sedikit. "Gimana persiapannya?"
Nay narik napas pelan. "Deg-degan"
El langsung nyeletuk, "Baru deg-degan? Harusnya dari minggu lalu."
Nay langsung nengok tajam. "Abang bisa diem nggak sih sehari aja?"
Rony langsung potong santai "El."
"Iya iya..." El ngangkat tangan, tapi masih senyum.
Salma duduk di samping Nay, tangannya pelan pegang punggung anaknya. "Takutnya di bagian mana?" tanyanya pelan.
Nay mikir sebentar. "Takut blank, takut ditanya yang nggak kepikiran"
Rony langsung jawab, nada tenang. "Semua orang juga gitu."
Nay nengok. "Serius?"
"Iya," Rony angguk. "Bukan yang paling siap yang lulus tapi yang paling tenang." Nay diem, nyerap.
El nambahin, "Dan yang nggak kabur." Semua langsung nengok ke El.
Nay langsung nyengir tipis. "Abang..."
"Iya?" El santai.
"Masih inget ya..."
"Selamanya," jawab El tanpa dosa.
Nadira yang dari tadi denger, langsung nimbrung, "Kak Nay jangan kabur ya nanti."
Nay langsung ngakak kecil. "Iya, nggak kabur"
Salma senyum lihat itu, lalu elus kepala Nay pelan. "Bunda sama Ayah ada."
Rony nambahin singkat, "Full."
H-1 SIDANG
Malam itu rumah lebih tenang dari biasanya.
Bukan benar-benar sepi tapi seperti semua orang sengaja menurunkan volume.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
DragosteRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
