Rony terbangun dengan mata membengkak sedikit bukan karena menangis, tapi karena kurang tidur akibat gugup sejak semalam. Jam di samping kasur baru menunjukkan pukul 06.04.
Begitu matanya terbuka, hal pertama yang ia lakukan bukan bangun... tapi memeluk Salma kuat-kuat dari samping, seperti koala menempel batang pohon.
Salma yang masih setengah sadar hanya membuka satu mata. "Mas... pagi-pagi udah nemplok gini?"
Rony menggumam suaranya parau, kecil, hampir seperti anak kecil. "Sayang... Aku deg-degan... perut ku kayak diisi gas helium..."
Salma mengelus rambut suaminya lembut. "Mas... manggungnya masih nanti malem loh."
Rony menggeleng di dada Salma. "Tapi deg-degannya dari kemarin. Gimana ini sayang... aku mau pingsan."
Salma terkekeh pelan. "Aduh, superstar satu ini... biasanya kamu pede banget."
"Dulu..." Rony mendesah. "Sekarang... Mas udah tua sayang... kalo fals gimana? Kalo orang lupa Mas gimana?"
Salma langsung mencubit pipinya. "Eh jangan ngomong gitu. Kamu tuh... udah latihan kayak orang mau lomba angkat besi tiap hari. Mana mungkin orang lupa kamu? gak lihat gimana komentar orang disosial media, mereka pada gak sabar lihat kamu nyanyi lagi, fans fans kamu dulu juga pada gak sabar"
Rony meringis, tapi makin nemplok. "Jangan masak ya sayang... jangan pergi. Peluk aku sampai malem."
Salma tepok jidat sambil tertawa. "Mas... sarapan harus ada. Nanti Mas pingsan beneran."
"Biarkan bibi yang masak..." Rony memeluk lebih erat. "Sayang di sini aja. Temenin aku."
Salma akhirnya menyerah. "Yaudah... tapi kamu jangan kayak bayi gitu dong."
Rony mendongak dengan mata bulat polos. "Sayang... aku mau jadi bayi kamu sampai jam delapan aja. Habis itu aku mandi."
"Jam delapan? Mas ini jam enam!"
"Ya kan aku panik."
Salma cuma bisa mengelus rambut suaminya sambil menenangkan. Aku bangga sama kamu. Kamu bisa, Mas. Kamu pasti bisa."
Rony menghela napas lega, namun tetap memeluk seperti anak kucing manja. "Sayang... nanti kamu duduk di depan panggung kan?"
"Tentu dong."
"Kamu senyum ke aku kan?"
"Pasti."
"Kamu banggain aku ke mami papi?"
"Mas... dari dulu mereka bangga."
Rony tersenyum lemah, matanya mulai terasa hangat. "Sayang... makasih ya... kamu percaya sama aku."
Salma membelai pipinya. "Aku percaya lebih dulu sebelum kamu percaya diri sendiri."
Dan selama dua jam penuh, Rony tidak melepas pelukannya. Setiap lima menit dia merengek dengan alasan baru
"Sayang... aku mau muntah..."
"Sayang... jantung mas kayak tabrakan kereta..."
"Sayang... kalau aku jatuh di panggung gimana..."
"Sayang... kalau mic mati gimana..."
"Sayang... kalo aku lupa lirik gimanaaa..."
Salma sabar sampai ke titik nirwana.
"Mas... udah. Kamu cuma grogi. Normal."
..
Rony masih nemplok seperti koala, malah makin erat seolah Salma adalah satu-satunya jangkar hidupnya. Detik jam menunjukkan pukul 07.58.
Salma mencium keningnya pelan. "Mas... dua menit lagi jam delapan."
Rony langsung memeluk lebih keras. "Jangan bilang aku harus bangun..."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
