Hari itu rumah kembali lengang.
Rony sudah berangkat ke kantor sejak pukul delapan pagi.
Nadira berangkat sekolah dengan wajah ceria karena masih semangat menceritakan rapornya kepada teman-temannya.
El juga sudah pergi ke studio. Hari ini ada jadwal syuting podcast bersama salah satu narasumber.
Sedangkan Nay sejak pagi sudah berangkat menuju lokasi pemotretan untuk endorse produk skincare.
Kini...
Rumah benar-benar sepi.
Salma memanfaatkan suasana tenang itu dengan rebahan santai di sofa ruang keluarga. Secangkir teh hangat berada di atas meja, sementara tangannya sibuk menggulir media sosial sambil sesekali membalas chat grup keluarga.
Belum sampai lima belas menit menikmati ketenangan, ponselnya bergetar.
Suami ❤️ Calling...
Salma langsung mengangkat sambil tetap rebahan. "Iya, Mas?"
Di layar terlihat Rony sedang duduk di ruang kerjanya dengan wajah yang sudah cemberut. "Sayang..."
Salma langsung mendongak ke langit-langit sambil menghela napas pelan. "Nah..."
"Kok 'nah' sih?" protes Rony sambil semakin memasang wajah memelas.
"Kenapa?"
Rony mengusap pelan perutnya. "Perut aku..."
Salma langsung duduk tegak. "Kenapa perutnya?"
"Sakit..."
Salma memejamkan mata beberapa detik sebelum akhirnya bertanya lagi dengan nada yang sudah mulai curiga. "Mas... tadi pagi sarapan apa di rumah, masih ingat?"
"Soto."
"Pakai apa?"
Rony pura-pura melihat ke arah lain seolah sedang berpikir keras.
Salma mengulang pertanyaannya sambil menyipitkan mata. "Pakai apa, Mas?"
Rony akhirnya menjawab lirih. "...Sambel."
"Berapa sendok?"
"Hmm..."
"Mas."
Rony menggaruk tengkuknya pelan. "Empat."
Salma langsung menepuk dahinya sendiri. "Empat?"
"Iya..."
"Empat sendok?"
"Soalnya enak."
Salma langsung menghela napas panjang. "Kan sudah aku bilang dari rumah, 'Mas, jangan banyak sambel pagi-pagi. Perut Mas belum tentu kuat. Nanti sakit.'"
"Iya."
"Lah sekarang?"
Rony kembali mengusap perutnya sambil meringis. "Ya... sakit."
"Tuh kan. Dibilangin istri nggak nurut."
Rony masih berusaha membela diri. "Kan sotonya enak."
"Ya terus?"
"Sambelnya juga enak."
"Terus sekarang perutnya?"
"Nggak enak."
Salma sampai tertawa geli. "Makanya kalo dibilangin nurut. Aku tahu soto favorit kamu. Apalagi sekarang sudah mulai kuat makan pedas, bukan berarti sambelnya dituang setoples."
"Empat sendok doang."
"Empat sendok itu banyak, Mas."
"Soalnya Bibi kasih sendoknya kecil."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomanceRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
