169. Tetep dirinya

735 52 7
                                        

Setelah anak-anak pergi dan rumah akhirnya terasa jauh lebih tenang, Rony benar-benar terlihat seperti orang yang baru mendapatkan hadiah terbesar dalam hidupnya.

Pria itu masih duduk di sofa ruang keluarga sambil merangkul bahu Salma. Senyum tipis di wajahnya sejak tadi tidak kunjung hilang.

Salma yang menyadarinya akhirnya menoleh sambil mengangkat sebelah alis. "Mas..." panggilnya curiga.

"Hmm?" sahut Rony santai tanpa mengalihkan pandangan dari televisi.

"Kok dari tadi senyum-senyum sendiri?"

Rony menoleh ke arahnya lalu pura-pura berpikir. "Gak tahu."

Matanya menyipit "Bohong."

"Beneran."

Salma mendecak pelan lalu menggeleng geli.

Namun sebelum ia sempat melanjutkan, Rony tiba-tiba bangkit dari sofa dan menarik pelan tangan istrinya. "Ayo."

Salma ikut berdiri meski wajahnya masih bingung. "Ayo kemana?"

Rony menatapnya dengan senyum yang membuatnya terlihat jauh lebih muda dari usianya. "Pacaran."

Salma langsung tertawa sampai bahunya bergetar. "Mas, umur kita berapa sih?"

Rony berpura-pura menghitung menggunakan jari. "Hmm...jangan dihitung, pokoknya masih cukup muda buat pacaran."

Salma kembali tertawa lalu menggeleng pasrah. "Kata siapa?"

Dengan bangga Rony bilang "Kata aku."

"Itu bukan sumber terpercaya."

"Justru paling terpercaya."

Salma memukul pelan lengan suaminya sebelum akhirnya membiarkan dirinya ditarik menuju ruang khusus nonton yang ada di rumah mereka.

Beberapa menit kemudian...

Lampu ruangan sudah diredupkan. Layar besar di depan mereka menyala terang memenuhi hampir seluruh dinding.

Film romance pilihan Salma mulai diputar. Mereka duduk berdampingan di sofa panjang yang empuk.

Awalnya Salma benar-benar fokus menonton film. Namun setelah beberapa menit berlalu, wanita itu mulai merasa ada yang aneh.

Perlahan ia menoleh ke samping dan benar saja. Rony ternyata sedang menatapnya.

Bukan layar film, bukan tokoh utama tapi dirinya. "Mas..." panggil Salma sambil menahan senyum.

"Iya sayang?" jawab Rony tanpa merasa bersalah.

"Kamu nonton film apa nonton aku?"

Rony terlihat berpikir beberapa detik sebelum menjawab dengan santai. "Kamu."

Salma langsung tertawa kecil. "Mas... ya Allah."

"Apa?"

"Fokus filmnya."

"Kamu lebih menarik sayang." Kalimat itu membuat Salma spontan menutup wajahnya sebentar karena malu.

Sedangkan Rony terlihat sangat puas melihat reaksinya.

"Aku jadi gagal fokus gara-gara kamu." Ucap Salma menepuk lengan suaminya lembut

"Itu bukan salah aku."

"Itu salah siapa?"

Rony meraih tangan istrinya lalu menggenggamnya santai. "Salah kamu karena cantik."

Salma sampai memejamkan mata sambil tertawa pelan. "Umur makin tua malah makin gombal."

"Bukan gombal."

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang