Pukul 09.30 pagi
Rumah besar keluarga Aksara sudah kembali sepi.
Rony berangkat lebih pagi karena ada presentasi penting. El pamit siaran radio dan lanjut kerjain endorse. Nay sudah ke toko bunganya sejak jam delapan.
Tinggal dua perempuan di rumah.
Di belakang rumah, suara mesin cuci terdengar lembut. Salma berdiri di area laundry, tangannya sedang merendam baju-baju kecil Nadira dengan sabun khusus. Wajahnya tenang, sesekali tersenyum sendiri mengingat drama kemarin.
Di ruang keluarga...
Nadira duduk lesehan di tengah karpet. Boneka kelinci, dinosaurus, dan satu kotak kecil lego tersebar di depannya.
Hari ini ia terlihat lebih santai. Rambutnya diikat dua kecil-kecil.
Ia sedang bikin "markas rahasia puasa".
"Ini markas kuat," gumamnya serius sambil menyusun lego.
"Kita hari ini setengah hari dulu... tapi jangan lemah."
Ia menggerakkan boneka kelinci. "Kelinci siap!"
Dinosaurus ikut dipindah. "Tapi dinosaurus haus..."
Nadira menggeleng cepat. "Nggak boleh drama."
Beberapa menit berlalu.
Ia makin masuk ke dalam imajinasinya. Lego ditumpuk jadi benteng. Ia pura-pura jadi komandan.
Tiba-tiba...
Tanpa sadar, tangannya meraih gelas air putih yang memang tadi ditaruh di meja sejak subuh setelah sahur. Gelas itu masih setengah penuh.
Sambil tetap fokus main, tanpa menoleh, tanpa berpikir... Nadira mengangkat gelas itu... dann minum.
Satu teguk.
Dua teguk.
Baru setelah air menyentuh tenggorokannya dan rasa dingin itu turun... Ia membeku.
Perlahan... gelasnya turun. Matanya membesar. Ia menatap gelas itu seperti melihat benda asing.
Hening.
Lalu... Tangannya gemetar kecil.
"...Astaghfirullah..." Ia melihat jam di dinding.
Masih pagi. Matanya langsung berkaca-kaca.
"Ya Allah..."
Ia menatap bonekanya. "Aku minum..."
Wajahnya berubah panik "MINUM?!"
Ia langsung berdiri mendadak, hampir tersandung lego.
Tangannya memegang kepalanya sendiri. "Aku lupa..."
Air mata mulai turun. "Batal..."
Tangisnya pecah pelan dulu... lalu makin keras. "BUNDAAA..."
Di belakang, Salma langsung menoleh kaget. Ia mematikan mesin cuci cepat dan berjalan cepat masuk.
"Dek? Kenapa?"
Begitu masuk ruang keluarga... Dilihatnya Nadira berdiri di tengah karpet, gelas di tangan, wajahnya banjir air mata.
Salma langsung mendekat, jongkok di depannya. "Kenapa sayang?"
Nadira sesenggukan "Adek... adek..."
"Iya, pelan-pelan..."
"Adek minum..."
Salma berhenti dua detik. "Minum?"
Nadira mengangguk cepat sambil nangis.
"Tadi... adek nggak sengaja... tangan adek otomatis..."
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
