Begitu mobil berhenti dan gerbang villa terbuka...
Semua tetap terdiam-bukan karena kaget "ini dibeli atau bukan" tapi karena nggak nyangka bentuknya akan se-indah ini.
Hamparan taman rapi langsung menyambut, jalur batu yang bersih, kolam dengan air tenang yang memantulkan langit Bali, dan bangunan villa dengan dominasi putih–cream yang terasa hangat, elegan… tapi tetap “rumah”.
Nay langsung muter pelan, matanya nggak berhenti lihat sekeliling. "Ini... jauh banget dari bayangan aku," katanya pelan.
El mengangguk, masih fokus memperhatikan detail. "Ayah bilang beli villa... tapi nggak bilang kalau bakal kayak gini."
Nadira langsung loncat kecil. "Ini kayak rumah di film!"
Mereka mulai jalan masuk.
Setiap sudut terasa “niat”.
Bukan cuma bagus tapi dipikirin.
Dari taman, kursi outdoor, sampai pintu kaca besar yang bikin cahaya masuk lembut ke dalam.
Nay langsung nengok ke El. "Jadi... ini yang Ayah rahasiain dari dulu?"
El mengangguk. "Iya, dari awal Ayah cuma bilang 'beli villa buat Bunda'.. tapi lokasinya nggak pernah dikasih tau."
Nadira nyelip, "Terus baru tau di Bali tadi pagi!"
"Iya, pas ayah kasih tiket" jawab El sambil senyum tipis.
Oma yang ikut jalan pelan langsung geleng-geleng.
"Pantesan kalian nggak heboh pas tau ini dibeli," katanya ke El, nay dan nadira
Nay ketawa kecil. "Kita udah tau dari lama, Oma.."
"Cuma nggak nyangka bakal segini, cuma dikasih tau mau beli dan disuruh diem" sambung El jujur
Mereka masuk ke ruang tengah.
Langit-langit tinggi, sofa besar warna cream, aksen kayu hangat dan di tengah ruangan
Sebuah meja dengan kue besar, sudah tertata rapi dengan dekor bunga putih di sekelilingnya.
Semua berhenti lagi.
Nadira langsung menunjuk. “ITU KUE!”
Nay mendekat pelan. “Ini… udah disiapin semua.”
El mengangguk. “Ayah bener-bener niat.”
Akung berdiri di tengah ruang, melihat sekeliling dengan tenang. "Ini bukan cuma beli," katanya pelan.
Semua langsung nengok. "Ini dipikirin," lanjutnya.
Oma mengangguk. "Detailnya keliatan banget, ini bukan sekadar properti."
Di sisi lain, uti masih diam. Tatapannya menyapu setiap sudut-sofa, lampu, taman, sampai kolam.
Pelan dia duduk. "Dari dulu..." gumamnya.
Semua langsung menoleh.
Uti tersenyum kecil, matanya mulai berkaca-kaca. "Rony itu nggak pernah setengah-setengah kalau soal Salma."
Akung mengangguk pelan. "Waktu Salma hamil El."
El langsung nengok.
Akung lanjut, "rony udah mulai begitu, kita pikir itu cuma fase awal."
Uti tersenyum tipis. "Ternyata, sampai sekarang malah makin."
Nay duduk di sampingnya. "Bunda nggak pernah cerita detail sih."
"Karena buat dia, itu bukan buat dibanggakan" jawab uti lembut.
"Dia jalani aja."
Nay langsung diam, senyumnya berubah lebih dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
