124. kacau

1K 68 14
                                        

Siang hari itu rumah tenang.... terlalu tenang... jenis tenang yang biasanya berarti akan ada kekacauan kecil.

Salma duduk di sofa sambil main HP, kaki selonjor, rambut diikat tinggi, tampilan ibu-ibu santai tapi tetap cantik maksimal.
Nadira pulang sekolah dengan energi level 300%.

"BUNDAAA!! Adek mau main petak umpet!! Sama abang sama kakak!" serunya sambil lompat-lompat.

El yang baru ganti baju cuma angkat alis. "Petak umpet? Sekarang? Dek, panas lho."

"GA PANAS, DALAM RUMAH MAINNYA!" jawab Nadira tanpa logika tapi percaya diri.

Nay yang sedang nyantai baca buku langsung tutup buku itu. "Kalo adek udah ngajak main... susah nolak sih."

"Ayo suit! Yang kalah jaga!" Nadira semangat sambil ngacungin tangan mungilnya.

Namun Salma mengangkat satu jarijari ibu-ibu yang punya kekuatan lebih tinggi "eittt, gak boleh main dulu sebelum....? "

Nadira langsung berhenti... Mata melirik-lirik ke kiri-kanan... Dia tahu jawabannya, tapi lagi males jawab.

Salma mengangkat alis tinggi, yang artinya jawab atau tidak ada permainan hari ini.

Akhirnya Nadira mendesah drama."Ganti baju sama makan siang dulu " Sambung nadira karena sudah tau peraturan rumah aksara kalo sehabis pulang sekolah, pulang kerja harus bersih bersih ganti baju dan makan dulu, baru boleh main

"Good girl." Salma mencubit pipi Nadira lembut.

El tertawa sambil narik kerah seragam adeknya. "Sini, Abang bantu. Kamu keringetan banget, Dek. Jenis keringet yang bisa buat tanaman tumbuh."

Nadira ngeyel. "Tapi Adek MAU MAIN sekarang!"

Nay muncul dari kamar, pakai baju santai. "Dek... kalo kamu main masih pakai seragam, nanti bunda ngejar kamu, bukan kamu ngejar abang."

Salma nyeletuk cepat, "BETUL. Dan bunda lari lebih cepet dari kamu."

Nadira langsung diem takut. Karena kecepatan lari Salma saat mengejar anak bau-bau keringat udah kayak ninja.

Akhirnya Nadira menyerah.
"Oke deeeh... Adek ganti baju."

Beberapa menit kemudian...

Nadira sudah keluar kamar, pakai baju lucu warna pastel, rambut dikuncir dua, wajah cerah kayak baterai full 100%.

"Ayo suit sekarang yaa!!"

El dan Nay sudah siap di ruang TV.

"BATU GUNTING KERTAS!" teriak Nadira paling kenceng. Mereka suit bertiga.

Hasilnya

El: batu
Nay: batu
Nadira: gunting

Nadira langsung ambruk dramatis. "ADEK YANG JAGAAAAA?! Kenapa hidupku selalu pahit..."

El tepuk pundak adeknya. "Dek, itu tanda kamu yang terpilih. Spesial."

"Adek ga mau spesial SPESIALAN! Adek mau ngumpet!!"

Nay nyengir jail. "Terlambat~ penjaga sudah ditentukan oleh hukum suit internasional."

Nadira akhirnya ngedumel sambil nutup mata. "Oke oke... adek hitung ya... SATU... DUA..."

El dan Nay langsung kabur bikin angin wush wush

Salma dari sofa cuma geleng-geleng sambil main HP. "Rumah ini makin rame kalau mas Rony nggak ada..."

"...TIGAAAAA!!" Nadira hitung sambil ngintip jelas-jelas.

"bang El!! Kak nay!! Awas ya kalian!! Adek cari sampe ketemu!!!"

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang