155. sandal?

677 66 28
                                        

Pintu rumah terbuka lagi.

Langkah Rony cepat, hampir berlari kecil menuju mobil. El sudah lebih dulu keluar, langsung nyamperin Pak Darto

"Pak, tadi arah tikungan belakang itu tembus ke mana aja?" tanya El cepat

Pak Darto langsung mikir. "Ke jalan kecil belakang, terus bisa ke taman sama ke jalan samping komplek"

Rony langsung nyaut, "Kita bagi dua."

El nengok cepat. "Iya"

"Kamu sama Pak Darto ke arah taman," lanjut Rony tegas

"Aku cek jalan samping sama keluar komplek."

El langsung ngangguk. "Oke" Pak Darto ikut sigap.

Rony langsung buka pintu mobil, tapi sebelum masuk dia nengok ke El. "Kalau ada apa-apa, telpon."

El balas tatapannya. "Iya yah, ayah juga"

Dan tanpa banyak kata lagi, mereka langsung bergerak.

Mobil Rony keluar dari pagar dengan cepat. Sementara El dan Pak Darto langsung jalan cepat ke arah belakang.

Di dalam rumah, suasana masih berat. Nay duduk di samping Salma, tangannya nggak lepas dari genggaman bundanya.

"Bun..." suaranya kecil banget

Salma nengok pelan, matanya masih merah. "Hm..."

"Kalau... kalau adek takut gimana" suara Nay gemetar Kalimat itu bikin dada Salma makin sesak.

Dia langsung narik Nay ke pelukan lagi. "Adek nggak sendiri, pasti ada yang jagain" bisiknya pelan

Tapi bahkan dia sendiri nggak yakin dengan kata-katanya.

Di jalan samping komplek Mobil Rony melaju pelan sekarang. Matanya fokus nyapu kanan kiri.

Setiap orang yang lewat langsung dia perhatiin. Ada ibu-ibu jalan sore.

Rony langsung ngerem sedikit dan buka kaca. "Bu, maaf..."

Ibu itu nengok. "Iya pak?"

"Lihat anak kecil lewat sini nggak? Perempuan, pakai baju rumah warna pink"

Ibu itu langsung mikir. "Anak kecil ya, hmm..." Rony nahan napas.

"Tadi sih nggak lihat pak..." Jawaban itu jatuh lagi.

"Terima kasih ya bu." suara Rony tetap sopan, tapi jelas berat

Mobil jalan lagi, tangannya di setir mulai mengencang. "nadira..." gumamnya pelan, hampir nggak terdengar

Di sisi lain

El dan Pak Darto sudah sampai di jalan kecil belakang. Langkah mereka cepat. "DEK!!" suara El langsung menggema

"NADIRA!!" Sunyi, cuma suara daun kena angin.

Pak Darto ikut manggil. "Non Nadiraaa!"

El jalan makin dalam, matanya nyapu setiap sudut. Ada bapak-bapak lagi duduk di pinggir jalan.

El langsung mendekat. "Pak, maaf... lihat anak kecil lewat sini nggak pak? Perempuan, kecil umur 7 thn nan"

Bapak itu mengernyit. "Nggak mas, dari tadi saya di sini nggak lihat anak kecil lewat"

El langsung buang napas kasar. "Yakin pak?"

"Iya mas, nggak ada"

El ngangguk pelan, tapi jelas frustasi. "Terima kasih ya pak"

Dia langsung jalan lagi, langkahnya makin cepat. Tangannya ngepalkan kuat.

Pak Darto di belakang ikut gelisah. "Mas, mungkin dia ke taman"

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang